15 Tips jitu memotret secara Landscape

Arung Palaka/ Februari 22, 2018/ Fotografi

15 Tips jitu
memotret secara Landscape

“Landscape photography is the supreme test of the photographer – and often the supreme disappointment.”–Ansel Adams
Jenis fotografi ini sebetulnya 90% cuma butuh berada di tempat dan waktu yang tepat,sisanya tinggal jepret deh,tapi terkadang banyak sekali hal kecil yang terlupa saat memotret landscape.
Oke kali ini saya akan coba mengingatkan hal-hal tersebut di tips- tips fotografi landscape di bawah ini.

1. Maksimalkan Depth of Field (DoF)


Foto landscape pada umumnya tajam dari ujung ke ujung.
Maka dari itu seringkali kita menggunakan aperture f/14, f16, f18, f22, f/32, dst.
Pergunakan prinsip hyperfocal distance untuk diafragma optimal yang tergantung kondisi. Agar tidak selalu di posisi minumum, karena pada posisi tersebut hasil foto akan cenderung tajam,dari FG hingga ke BG.

2. Gunakan Tripod dan Cable Release


Barang yang satu ini memang dilema. Dibawa berat, ditinggal nanti menyesal.Tapi lebih baik sedikit menambah beban, daripada menyesal pas sampai rumah.. Oh iya, gunakan juga cable release atau self timer bersama mirror lock up agar kamera benar-benar tidak goyang (tanya mas google kalo gak tahu hehe).
Karena saat kita menekan shutter pun kamera bisa ikut sedikit berguncang.

3. Cari ‘Titik Fokus’


Bukan, bukan lokasi tempat kita mengarahkan fokus pada lensa.

Tapi lebih ke titik dimana mata penikmat foto pertama kali akan tertuju, berhenti, baru kemudian menjelajah seisi area foto.
Tidak hanya foto landscape, menurut saya hampir segala jenis foto memerlukan hal ini, jika tidak maka foto di-skip aja deh hehe!
Focal point bukannlah POI ( point of interest ), tapi POI juga bisa menjadi focal point. Justru focal point yang akan menjadi titik awal untuk mengeksplorasi POI.
Sebuah foto tanpa focal point,malah akan membuat mata “wandering” tanpa sempat berhenti,yang akan mengakibatkan kehilangan ketertarikan pada sebuah foto, foto seperti itu disebut “bland”. Peletakan focal point juga kadang sangat berpengaruh, disini aturan “oldies” Rule of Third bermain

4. Jangan lupakan Foreground


Tidak kalah penting dengan background, foreground bisa menjadikan foto kita lebih berdimensi. Ada sensasi kedalaman dari foto kita jika kita memilih memposisikan foreground dengan benar. Seringkali foreground menjadi focal point dan POI dari foto landscape kita.Ini salah satu tips fotografi landscape yang terpenting.

Foreground bisa berupa apa saja, foto ini foreground berupa bebatuan Juga bisa pakai ranting,hingga rumput juga boleh, apapun bisa menjadi foreground. Tinggal kita jeli melihat dan mengolahnya.

5.Pilih langit atau daratan?

Mari memilih. Mana yang lebih bagus? Langit? atau daratan?

Pilihlah keduanya, ambil setengah daratan dan setengah langit. Maka foto anda akan terkesan datar, mendua, walaupun mungkin saat itu langit menggelora. Jangan serakah, tonjolkan kekuatan dan biarkan saja kelemahan.
Saat sunset atau sunrise langit memang akan sangat menggoda. Tetapi tetap ingatlah aturan klasik rule of third.
Sebagai rule of thumb, berikan bagian yang ingin ditonjolkan sebanyak 1/3 dari frame.
Tapi, ingatlah aturan ini tidak semerta-merta menjadikan foto anda bagus. Gunakan visi anda sendiri saat memotret. Sudah tahu aturannya? Kalo begitu sekarang waktunya untuk dilanggar,andai pelanggaran itu justru memperkuat focal point dan bukan sebaliknya.
Dead center juga tidak selalu jelek.

6. Carilah garis/line/pattern

Bermainlah dengan komposisi. Garis dapat menjadi focal point yang sangat kuat karena membantu mata kita menelusuri foto landscape kita.
Garis dapat memberikan kedalaman ruang yang luar biasaperspective yang berbeda. Temukan garis dalam foto anda dan jadikan itu kekuatan yang hebat!

7.Capture Moment & Movement

Mungkin sebagian orang berfikir foto landscape adalah foto yang tenang, damai, kalem…
Tapi kita bisa menambahkan sedikit “drama” pada foto landscape kita. Dapat berupa ombak di laut, pohon yang tertiup angin, awan yang berjalan, dsb.
Dalam menangkap gerakan seperti ini, dibutuhkan beberapa peralatan pendukung seperti filter ND (neutral density) dan tripod.
Jika kita berhasil menangkapnya, foto landscape kita akan terasa “otherworld” dengan mood yang sangat kuat.
Kalau ada yang bilang, “ah itu kan bukan kayak aslinya”

8. Bekerja sama dengan alam atau cuaca

Sebuah dapat dengan cepat sekali berubah. Oleh karena itu menentukan kapan saat terbaik untuk menjepret adalah sangat penting.
Makannya seorang fotographer rela berdiam di berjam-jam hanya menunggu moment,kesepian dalam setting peralatan dan kejelian dalam mencari object.

9. Golden Hours & Blue Hours

Waktu yang cocok untuk memfoto adalah saat sekitar (sebelum) matahari terbenam atau setelah matahari terbit.
Jika kita memotret pada saat golden hours sudah lewat,atau pada saat matahari sudah terik,hasilnya akan flat atah harsh cahayanya.

10. Cek Horizon

Kesalahan yang satu ini dapay di koreksi dengan menggunakan image, ada dua hal terakhir saat sebelum kita menekan shutter.
– Apakah horizonnya sudah lurus, ada beberpa cara untuk bisa mendapatkan horizon lurus saat eksekusi di lapangan
– Apakah Horizon sudah di komposisikan dengan baik
Peraturan kadang dibuat untuk dilanggar, tapi jika scene yang akan kita buat tidak cukup bagus elementnya, Rule of Third akan sangat membantu.

11. Ubah sudut pandang

Kadang kita bakal terpukau dengan sudut pandang yang umum kita lakukan, ada banyak cara mendapatkan fresh point of view. Jangan hanya terpaku pada satu titik. Temukan view yang berbeda, coba view sejajar dengan tanah, atau naik ke atas pohon.
Biarkan imajinasi anda mengalir dan mencari view yang sesuai dengan visualisasi dan imajinasi anda.

12. Pergunakan peralatan bantu

Penggunaan beberapa peralatan bantu dibawah akan sangat membantu untuk mendapatkan foto landscape yang lebih baik.
-CPL filter
-ND filter
-Graduated ND filter, lihat disitu tentang Graduated Natural Density (Grad ND):what,how,& when
-Graduated color filter
-Bubble level jika ada grid pada view finder atau gunakan focusing screen dengan grid,sangat membantu untuk mencapai levelnya horizon.
Filter wajib yang seharusnya dipakai para landscaper adalah Gradual ND dan Polarizer.
Gradual ND untuk mengontrol exposure langit yang terlalu berlebih dibanding daratan. Bentuknya hitam di atas dan transparan dibawah.
Sedangkan Polarizer berguna untuk menghilangkan refleksi cahaya matahari pada benda. Seperti pada bebatuan yang terkena air. Juga bisa membuat langit menjadi lebih biru.

13. Lensa yang digunakan

Kadang sering ada asumsi bahwa foto landscape itu harus menggunakan lensa yang selebar mungkin. Tapi dalam membuat sebuah landscape, semua lensa dapat dipergunakan,dari lensa super wide (14 mm, 16 mm, dst), wide (20 mm – 35 mm), medium (50 mm – 85 mm), hingga tele / super tele (100mm – 600 mm), semua range lensa dapat anda gunakan.
Penggunaan lensa yang tidak standart seperti fish-eye (baik itu yang diagonal maupun yang full-circular) bisa juga mendapatkan view menarik.
Sebenarnya sih gausah make fish-eye untuk foto ciamik walaupun memang beda.

14. Persiapkan diri dan sesuaikan peralatan

Walau ini tidak ada hubungan langsung, tapi kadang sangat menentukan. Musuh paling sering ditemui oleh fotografer adalah cuaca, karena itu menentukan kesiapan diri kita baik fisik maupun peralatan yang harus dibawa. Cek ulang semua persiapan anda, akan lebih baik kalua semua peralatan yang akan dibawa dalam keadaan bersih, dan baik.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah melindungi semua peralatan yang anda bawa selama memfoto trip/hunting.
Sebelum berangkat, pastikan memiliki check – list peralatan apa saja yang anda bawa. Catat juga semua model dan serial numbernya.

15. Mari motret terus!

Kalau sudah membaca semua tips diatas, ayok keluarlah motret landscape. Coba, kapan terakhir kali anda keluar menikmati sunrise/sunset?
Jangan lupa juga latihan motret landscape yah 🙂

Demikian artikel tentang 15 tips jitu memfoto secara landscape,semoga bermanfaat,jika ada kata yang kurang enak dibaca mohon maafkan saya.
Have a great day! 😊

Komentar
Share this Post