5 TIPS MEMOTRET DALAM CAHAYA ALAMI MEMOTRET DALAM CAHAYA ALAMI

Kartika Iswayani/ Maret 21, 2018/ Fotografi

Di dalam memotret sesuatu kita memerlukan cahaya. Cahaya merupakan unsur utama dalam dunia fotografi. Jika cahaya tiada seni foto tidak dapat dihasilkan. Sumber cahaya dalam memotret bisa kita dapat dari cahaya alami berupa cahaya matahari, dan bisa dari cahaya buatan berupa cahaya dari lampu, cahaya dari flash, dan lain lain.
Tentu akan sangat menguntungkan apabila kita bisa memanfaatkan cahaya alami. Karena cahaya alami bisa kita dapat dengan gratis. Dengan cahaya alami kita tidak membutuhkan pemicu nirkabel, atau tiang lampu, atau baterai, atau gel, atau softbox atau barang-barang lain. Anda juga akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengaturnya. Berikut beberapa tips untuk memotret dengan cahaya alami.

  1. Memotret Backlit

Gambar 1 foto backlit

Foto backlight atau kadang-kadang disebut backlit adalah posisi dimana subjek atau objek membelakangi sumber cahaya. Kesan backlit akan membuat foto Anda membuat menjadi dramatis. Lalu bagaimana cara membuat foto backlit yang cantik? Pertama, posisikan matahari tepat di belakang subjek tanpa ada cahaya yang bocor ke wajahnya, jadi mereka tampak seperti siluet. Setelah itu, ganti mode metering kamera ke Spot Metering dan bidik titik fokus ke wajah subjek. Saat Anda memotret, kamera Anda akan membuat wajah subjek lebih terang. Sisa area lain di dalam foto akan tampak lebih terang juga, tapi dalam banyak kasus hal ini tak akan jadi masalah karena yang ada dibelakang subjek adalah cahya alami. Jika Anda memotret dalam mode Aperture Priority dan Anda pikir seluruh foto tampak terlalu terang, kurangilah tingkat kecerahannya dengan mengganti setelan eksposur yang ditentukan oleh kamera menggunakan exposure compensation.
Pada Nikon, tekan dan tahan tombol exposure compensation (+/-) di atas, lalu putar command dial ke kanan, ke -0.3 atau ke -0.7 (Anda akan melihatnya di bagian atas panel control), lalu ambillah fotonya (fotonya akan 1/3 atau 3/4 stop lebih gelap).


Pada Canon, geser tombol power ke posisi atas (di atas On), lihat di layar LCD atas, lalu gunakan quick control dial di belakang kamera untuk mengganti eksposur ke -0.3 atau ke -0.7, lalu ambillah fotonya dan lihat apakah Anda harus lebih menggelapkannya atau tidak.

  1. Memotret Siluet

Gambar 2 foto siluet

Siluet adalah salah satu teknik fotografi dengan menempatkan sumber cahaya berada tetap di balik objek. Perbedaan siluet dan backlight terletak pada sudut datangnya cahaya terhadap kamera pada foto backlight, cahaya yang datang ke arah kamera membentuk sudut miring terhadap obyek, sehingga detil bagian depan obyek masih bisa terlihat.
Sedangkan pada siluet, cahaya yang datang ke arah kamera tegak lurus terhadap obyek, sehingga detil bagian depan obyek sama sekali tidak terlihat atau gelap. Siluet akan tampak bagus kalau bentuknya terlihat jelas. Itulah kenapa subjek tunggal biasanya merupakan subjek terbaik.
Trik untuk mendapatkan foto siluet yang bagus adalah dengan cara memotret seolah subjek tidak berada di sana. Foto saja seperti memfoto landscape. Kalau Anda mencoba membidik subjek, kamera anda akan memberikan eksposur yang pas untuk subjek, sehingga foto Anda tidak akan jadi foto siluet yang solid. Jadi, berpura-puralah seolah Anda hendak mengambil foto landscape (dengan matahari di belakang subjek), dan Anda akan berhasil!

  1. Memastikan Agar Foto Matahari Tenggelam Tampak Gelap

Gambar 3 foto matahari tenggelam tampak gelap

Kalau Anda memotret matahari tenggelam maka keadaannya harus tampak gelap. Karena tidak mungkin jika Anda memotret matahari tenggelam tapi keadaan masih terlihat terang benderang seterang satu atau dua jam sebelumnya. Cara untuk memotret matahari tenggelam agar tampak gelap adalah dengan memaksa kamera Anda untuk mengeset foto yang lebih gelap. Anda bisa melakukannya dengan trik exposure compensation seperti yang telah dibahas pada trik memotret backlit di atas, atau anda bisa melakukan dengan berganti pada mode Programmed (pada Nikon; atau mode Program pada Canon), bidik ke arah matahari tenggelam (fokus ke awan sebelah kanan atau kiri matahari, kalau memungkinkan), lalu tekan dan tahan tombol rana Anda setengah. Lihat ke dalam jendela bidik dan ingat-ingat berapa angka diafragma dan kecepatan rana yang dipilih oleh kamera misalnya saja f/8 di 1/200 detik. Ingatlah setelan tersebut dan bergantilah ke mode Manual. Setelah itu stel diafragma Anda di f/8 dan kecepatan rana di 1/200. Kemudian, buat langit tampak lebih gelap dengan cara mengubah angka diafragma dari f/8 ke f/11 dan secara otomatis langit yang anda foto akan tampak lebih gelap daripada hasil yang diambil kamera kalau anda menggunakan mode Program atau Aperture Priority, dan matahari tenggelam akan tampak hebat. Kalau Anda ingin foto yang lebih gelap lagi, cobalah f/14 atau f/16, dan Anda akan mendapat mentari terbenam yang kaya, gelap, dan indah.

  1. Memotret di Malam Hari

Gambar 4 foto di malam hari

Untuk memotret di luar ruangan pada malam hari salah satu tipnya adalah jangan memotret dengan menggunakan salah satu mode standart kamera Anda, seperti Aperture Priority (A pada Nikon atau Av pada Canon), atau mode preset apa pun, seperti Landscape atau Portrait. Jika Anda menggunakan salah satu mode itu pada malam hari maka foto yang Anda hasilkan kesannya akan terlihat terlalu terang. Hasil fotonya tidak akan terlihat seperti yang saat itu terlihat oleh mata Anda. Jika Anda menginginkan hasil foto seperti yang terlihat oleh mata Anda pada saat itu maka gunkanlah mode Manual. Untuk melakukannya Anda harus menggunakan meter di dalam jendela bidik kamera. Setel kecepatan rana awal menjadi 1/30 detik sebagai permulaan. Karena menggunakan kecepatan rana 1/30 detik maka anda membutuhkan tripod. Kemudian, pilih angka diafragma misal f/8 sebagai permulaan. Lalu, lihatlah ke dalam jendela bidik kamera. Pada Nikon, meter itu akan terlihat di ujung kanan atau bagian bawah jendela bidik; pada Canon, akan terlihat di bagian bawah jendela bidik. Ada garis besar di tengah-tengah meter dan garis kecil yang berada di atas dan di bawahnya (atau di sisi kiri dan kanan). Kalau Anda melihat garis-garis di atas garis, artinya foto Anda akan terlalu terang (tercahayai lebih) kalau Anda memotret saat itu, jadi cobalah pindahkan sub-command dial (atau quick control dial), yang akan memilih angka diafragma, sampai anda melihat garis-garis itu menghilang (artinya eksposurnya sempurna). Sekarang, setelan itu mungkin sudah benar (secara teknis), tapi kalau langit malamnya tidak terlihat bagus dan tidak hitam (atau biru tua), teruslah putar tombol penyetel hingga hasil fotonya tampak tercahayai kurang.

  1. Memotret Light Trail

Gambar 5 foto light trail

Light trail atau disebut juga motion blur merupakan salah satu teknik fotografi yang menangkap keindahan sesuatu yang bergerak justru dari efek blurnya. Teknik ini mempunyai kesan gerak yang cepat. Memikirkan foto light trail yang pertama kali terpikir adalah light trail dari mobil atau kendaraan lainnya yang bergerak dan memunculkan sinarnya. Dalam memotret light trail maka Anda memerlukan tripod dan cable release untuk mencegah kamera goyang saat rana terbuka, karena rana akan terbuka selama beberapa detik cukup lama untuk membuat cahaya tampak bergerak. Semakin lama eksposurnya Anda, maka semakin lama pula light trail-nya. Setelah kamera terpasang pada tripod dan cable realese siap digunakan, ubahlah mode kamera ke Manual, lalu setel diafragma yang akan membuat semuanya tampak fokus (misalnya f/11), lalu mulailah dengan kecepatan rana 15 detik. Pastika ISO Anda berada dalam setelan yang paling bersih (unntuk sebagian dSLR Nikon, itu adalah ISO 200; dan pada Canon adalah ISO 100). Saat Anda melihat mobil datang ke arah anda, tekan saja cable realese-nya, tunggu hingga 15 detik, lalu lihatlah imaji pada layar LCD dan tentukan apakah Anda harus menaikkan kecepatan rana ke 20 detik atau lebih. Salah satu lokasi populer dan menarik untuk memotret light trail adalah tempat yang tinggi entah itu di atas jalan layang, jembatan, atau tempat di mana kendaraan berada di bawah Anda.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Komentar