ALL ABOUT CAMERA VIDEO

Intan Dwi Ananda Putri/ September 24, 2018/ Hardware, Videografi

Kamera Video adalah perangkat perekam gambar video yang mampu menyimpan gambar digital dari mode gambar analog. Kamera Video termasuk salah satu produk teknologi digital, sehingga disebut pula salah satu perangkat digitizer yang memiliki kemampuan mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan mengubah ke mode digital elektronis.

Video/Film adalah rangkaian banyak Frame gambar yang diputar dengan cepat. Masing-masing Frame merupakan rekaman dari tahapan-tahapan dari suatu gerakan. Semakin cepat perputarannya semakin halus gerakannya, walaupun sebenarnya terdapat jeda antara frame namun kita sebagai manusia tidak bisa menangkap jeda tersebut.

Standard broadcast video

Standard Ragion Frame per second (FPS)
Secam Prancis, Timur tengan dan Afrika 25 fps
PAL Indonesia, China, Australia, Uni Eropa 25 fps
NTSC Amerika,Jepang, Kanada, Mexico, dan Korea 29,97 fps

Video Analog adalah Gambar dan Audio direkam dalam bentuk sinyal Magnetik pada pita magnetik.

Video Digital adalah juga serupa dengan Video analog, gambar dan sura digital direkam dalam pita magnetic, tetapi menggunakan sinyal digital berupa kombinasi angka 0 dan 1.

Teknik Penyuntingan Video

Teknik Linear dilakukan dengan memotong-motong bahan video yang diberi istilah klip dan disusun dengan menggunakan video player dan perekam (VCR-Video Cassete Recorder), bisa juga menggunakan dua player bila kita ingin memasukan effect, sehingga bisa diatur sesuai dengan potongan yang ada.

Teknik Non-Linear, serupa dengan linear kita memotong-motong klip dalam editing, tetapi jauh lebih mudahkarena tinggal drag and drop tanpa kerja dari nol, begitu juga untuk memasukan effect, kita tinggal drag and drop dengan effect yang sudah tersedia. Bahkan kita dapat mengatur dengan mudah durasi dari effect yang kita pakai.

Performa video kamera (camcoder) dilihat dari :

  1. Analisa gambar bergerak = kualitas gambar bergerak yang telah direkam
  1. Titik lemah resolusi = menetukan nilai yang horizontal dan vertikal, dan hanya sedikit menguji warna warni
  2. White balance = untuk daylight dan sinar lampu dengan menggunakan testchart yang telah distandarisasi dan selanjutnya melakukan penilaian true color
  3. Menghitung noise = perbandingan antara signal dan noise power dituliskan dalam decibel (dB), semangkin tinggi nilai dBnya berarti semangkin tinggi noise distance dan semakin baik pula gambar videonya
  4. Cahaya sensitif = Berapa lama waktu yang dibutuhkan camcoder untuk menyesuaikan ulang kecerahan, semakin lama ulang waktu penyesuaian semakin buruk pula setting diafragma otomatisnya
  5. Kompresi kontra kerugian = Perbedaan antara rekaman dengan aslinya
  6. Kualitas gambar dalam uji ketahanan

JENIS – JENIS KAMERA VIDEO

1. Kamera HDTV

Kamera HDTV-Bosch-KCM-125

Kamera HDTV biasanya digunakan dalam studio dan di lapangan. Umumnya, kamera HDTV menghasilkan gambar yang lebih tajam, warna yang lebih baik, dan lebih baik dalam hal kontras antara gelap dan terang dibandingkan dengan kamera televisi standar.

Untuk mencapai gambar yang memiliki tingkat resolusi yang tinggi, HDTV tidak dapat bergantung pada improvisasi sistem pemindaian melainkan membutuhkan CCD yang berkualitas tinggi, lensa yang spesifik, alat pemrosesan sinyal, viewfinder, dan monitor yang dapat mengakomodasi gambar secara horizontal dengan aspek rasio 16×9.

Kamera HDTV biasanya dihubungkan dengan alat perekam HDTV atau alat perekam yang telah terpasang pada kamera seperti yang dimiliki oleh camcorder besar.

2. Camcorder

Kamera HDV Camcorder – Sony_HDR-FX1E

Camcorder atau camera dan recorder adalah kamera video portable yang dilengkapi dengan videotape recorder atau alat perekam lainnya yang dipasang pada kamera untuk membentuk satu unit kamera. Camcorder pada umumnya dapat dibawa, dan sebagian digunakan untuk produksi televisi siaran, film amatir, electronic news gathering (ENG) termasuk didalamnya jurnalistik warga atau jurnalisme warga serta beberapa aplikasi lainnya.

Awalnya, camcorder menggunakan pita untuk merekam sinyal-sinyal kedalam kaset video secara analog. Pada tahun 2006, proses perekaman video mulai beralih ke mode digital dimana media penyimpanan pita digantikan oleh media penyimpanan baru seperti memori internal dan kartu SD.

Secara umum, terdapat dua macam camcorder, yaitu camcorder besar dan camcorder kecil. Camcorder besar memiliki ukuran sebahu yang dilengkapi dengan lensa zoom berkualitas tinggi dengan rasio zoom tinggi. Camcorder besar juga memiliki tiga sensor CCD dan alat perekam pada kartu memori yang terpasang pada hard drive. Ketika menggunakan camcorder besar, kita dapat memilih lensa yang sesuai dengan tujuan pengambilan gambar. Lensa pada camcorder besar memiliki kualitas optik yang lebih baik  dan mekanisme zoom yang lebih lembut.

Camcorder besar juga memiliki video manual dan kontrol audio, mengesampingkan sisi otomatis, merupakan perangkat perekam yang baik, dan biasanya memiliki sistem pemrosesan yang lebih baik dengan menghasilkan berbagai contoh warna yang lebih baik dan memastikan warna-warna tersebut ketika melakukan pengambilan gambar dengan kondisi kurang cahaya. Sementara itu, pada camcorder kecil, lensa zoom terpasang pada kamera dan tidak dapat ditukarkan dengan lensa kamera yang lain. Hal ini menimbulkan kesulitan ketika akan mengambil gambar dengan sudut yang lebih lebar karena tidak bisa melakukan zoom lebih jauh lagi. Mikrofon kamera pada camcorder kecil dipasang pada kamera

3. Kamera EFP

Kamera EFP

Kamera electronic field production atau kamera EFP adalah kamera berkualitas tinggi yang memiliki kemiripan dengan kamera studio yang digunakan terutama pada beberapa konfigurasi kamera. Kamera EFP hampir tidak pernah digunakan untuk electronic news gathering (ENG) namun digunakan di luar studio untuk membuat film dokumenter, meliput konser, serta olahraga. Seluruh pengambilan gambar ditujukan untuk pengeditan pasca produksi.

Kamera EFP dapat di bahu atau ditempatkan pada tripod. Kamera EFP dilengkapi lensa zoom dengan panjang fokus yang sangat panjang. Kamera EFP tidak dapat merekam suatu kejadian karena itu kamera EFP harus dihubungkan dengan perekam video eksternal.

Karena sebagian besar kamera EFP memiliki kualitas yang tinggi, kamera EFP seringkali juga digunakan dalam studio dengan beberapa penyesuaian. Ketika digunakan dalam studio, kamera EFP ditempatkan pada sebuah kerangka kamera khusus, ditambah dengan lampu pencahayaan eksternal, serta menggunakan jendela bidik besar yang terpasang pada kamera. Selain itu, zoom dan fokus dipindahkan ke pegangan panning dan dihubungkan ke lensa melalui kabel servo. Lensa EFP umumnya juga diganti dengan sebuah lensa zoom yang lebih sesuai dengan lingkungan studio. Keseluruhan kamera kemudian dipasang pada alas studio. Dalam konfigurasi studio, sebagaimana kamera studio, kamera EFP juga dikendalikan melalui camera control unit.

4. Kamera sinema elektronik

Kamera sinema elektronik

Kamera sinema elektronik adalah kamera video HDTV atau camcorder yang memiliki fitur sinematografis yang telah terpasang ataupun tidak. Beberapa dari kamera sinema elektronik memiliki jendela bidik seperti tube yang menampilkan gambar monokrom beresolusi tinggi dan/atau layar lebar panel datar eksternal yang beresolusi tinggi.

Di depan lensa terdapat sebuah kotak yan dapat menahan beragam filter. Salah satu kegunaan fitur kamera sinema elektronik dalam pembuatan film  adalah beragamnya tingkatan frames yang mungkin terjadi.

 –>

5. Kamera DSLR

Kamera DSLR

Kamera DSLR atau digital-single-lens reflex camera sejatinya dirancang untuk fotografi. Dikarenakan kamera DSLR memiliki sensor yang tinggi dan dapat menghasilkan gambar yang berkualitas, terkadang kamera DSLR digunakan juga untuk produksi video atau pembuatan film.

Resolusi yang tinggi dan disandingkan dengan memori kapasitas besar menjadikan kamera DSLR sebuah kamera yang atraktif yang tidak hanya dapat digunakan dalam fotografi melainkan juga pembuatan film.

Mereka yang menggunakan kamera DSLR untuk pembuatan video atau film tidak perlu lensa khusus. Namun perlu dipahami bahwa penggunaan kamera DSLR untuk pembuatan film dapat memberikan permasalahan tersendiri diantaranya adalah terkait dengan posisi pengambilan gambar

Manfaat Mempelajari Jenis-jenis Kamera Video

Mempelajari jenis-jenis kamera video dapat memberikan manfaat mengingat berbagai prospek kerja ilmu komunikasi yang luas, salah satunya bidang manajemen media atau perfilman. Adapun manfaat mempelajari jenis-jenis kamera video diantaranya adalah kita dapat mengetahui dan memahami berbagai jenis kamera video beserta peruntukannya dalam berbagai bidang kehidupan.

Tahap Perawatan Kamera Video

Bagi anda yang bekerja di dunia perfileman atau pertelefisian Kamera video merupakan salah satu peralatan broadcast yang penting dalam pengambilan gambar agar kamera video yang anda pakai dapat mengambil gambar dengan baik tentunya di butuhkan perawatan yang baik, berikut ini ada beberapa tahap perawatan kamera anda:

1. Jangan tingalkan kaset di dalam camcorder Anda saat tidak digunakan.
Kaset bisa menyebabkan gesekan dan hal ini bisa mengakibatkan masalah
pada proses merekam dan memutar

2. Jangan memasukkan kaset video
dalam kondisi benar-benar dingin. Pelembab dari udara yang hangat dapat
membut kaset menempel pada bagian drum sehingga merusak kaset dan dapat
merusak video head

3. Jangan meninggalkan baterai di dalam
camcorder saat tidak digunakan. Beberapa camera menarik energi baterai
dalam jumlah kecil, namun konstan sehinga dapat menghabiskan baterai

4. Jangan meninggalkan kaset camcorder di dalam mobil yang terkena udara panas

5.Jangan menaruh label pada kaset camcorder dimana label ini kemungkinan
berlawanan dengan pembuka pintu kaset. Hal ini dapat menyebabkan kaset
menyangkut di dalam kamera

6. Rawat handycam Anda dengan menyerahkannya pada teknisi untuk membersihkan tape head saat kotor.

Nah itu lah sedikit tentang materi ALL ABOUT CAMERA VIDEO semoga bermanfaat.

Daftar pustaka :

multimediahatiku.wordpress.com

roemahilmu.wordpress.com

pakarkomunikasi.com

Komentar
Share this Post