K3LH

Dyah ayu anggraeni sugianto/ September 25, 2018/ Animasi

source:K3LH

Hi sahabat pembaca, kita disini akan memberikan info terkait K3LH ( Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup ) yang sering dijadikan pegangan utama bagi seorang pekerja. disini kita akan mempelajarinya bersama sama.

SEJARAH K3LH
Undang Undang dibidang K3 sudah ada sejal tahun 1970 yaitu UU no. 1 tahun 1970 yang mulai diundangkan tanggal 12 Januari 1970 yang juga dijadikan hari lahirnya K3. Namun, hingga tahun 2000anlah K3 baru mulai banyak dikenal. Kemana saja selama ini regulasi K3 tersebut diatas ? Ya, mati surilah kalau boleh dikatakan begitu. Kenapa mati suri ? Karena belum ada kesadaran baik dari pihak pengusaha, pekerja bahkan dari pihak Depnakertrans sendiri sebagai pengawas. Kenapa belum ada kesadaran? Karena belum tertimpa insiden kecelakaan kerja. jadi, istilahnya menunggu bola, kalau dapat bola baru bergerak. Ini pola klasik, pola pecundang. Ini sebabnya negara kita tidak maju maju, karena masih dilandasi oleh pola berpikir yang tidak efektif tersebut. Kalau saja Depnakertrans bertindak tegas, bergerak cepat, tentu kemajuan implementasi K3, sudah lebih maju daripada yang ada sekarang ini. Lalu bagaimana caranya mengimplementasikan K3 ? Jika anda perusahaan besar dengan jumlah karyawan 100 orang atau lebih atau sifat kerja organisasi anda yang mengandung bahaya atau resiko yang tinggi, maka wajib mengimplementasi SMK3 (Sistem Manajemen Keselamtan dan Kesehatan Kerja). Jika anda perusahaan kecil dan sifat kerjanya tidak mengandung bahaya atau resiko tinggi, maka anda hanya pekerjakan seorang safety officer atau ahli K3 umum. Karena, semua tempat kerja memiliki resiko atau bahaya. Itulah definisi tempat kerja menurut UU no.1 tahun 1970. Jadi, anda harus tetap waspada dengan bahaya laten ditempat kerja. Jika bukan baha fisik instan, tentu ancaman penyakit yang mungkin saja terjadi bertahun tahun kemudian. Jadi, sudah saatnya pengusaha dan pekerja serta pihak depnakertrans sendiri sadar untuk lebih meningkatkan performa K3 di semua organisasi di Indonesia, karena angka kecelakaan kerja di Indonesia masih lebih tinggi dibanding negara2 lainnya di Asia tenggara, bahkan di Asia. Angka yang dilaporkan pemerintahpun belum tentu angka konkrit. Masih banyak perusahaan2 yang tidak melaporkan insiden2 kecelakaan kerja yang terjadi ditempat kerjanya. Bahkan penghargaan zero accidentpun patut dipertanyakan metode penilaiannya.
Prinsip K3LH

K3LH Adalah Singkatan dari kesehatan, keselamatan, dan keamanan dan Linkungan Hidup.

PENGERTIAN
Maksudnya adalah Setiap melakukan suatu pekerjaan kita harus memperhatikan K3LH agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berakibat fatal. Selain itu kita harus memperhatikan kebersihan yang ada pada lingkungan kerja agar dapat menciptakan suasana yang nyaman dan sehat. Sehat artinya bahwa lingkungan itu telah benar-benar bersih.

DASAR HUKUM
Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja: Yang diatur oleh Undang-Undang ini adalah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.

TUJUAN K3.
Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi dan produktivitas nasional. Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja tersebut. Memelihara sumber produksi agar dapat digunakan secara aman dan efisien.

Peraturan K3LH telah wajib ditetapkan oleh pemerintah harus dilakasankan di setiap perusahaan untuk meminimalisir kecelakaan didalam lingkungan kerja.

KESELAMATAN KERJA
Yaitu usaha untuk memberikan jaminan kondisi kerja yang aman dan sehat untuk mencegah kecelakaan, cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja pada setiap tindakan yang dilakukan saat bekerja.

KLASIFIKASI KECELAKAAN

  1. Menurut Jenis Kecelakaan :

⦁ Terjatuh
⦁ Tertimpa benda jatuh
⦁ Tertumbuk atau terkena benda
⦁ Terjepit oleh benda
⦁ Gerakan yang melebihi kemampuan
⦁ Pengaruh suhu tinggi
⦁ Terkena sengatan arus listrik
⦁ Tersambar petir
⦁ Kontak dengan bahan-bahan berbahaya
⦁ Lain-lain

2. Menurut Sumber atau Penyebab Kecelakaan

⦁ Dari mesin
⦁ Alat angkut dan alat angkat
⦁ Bahan/zat erbahaya dan radiasi
⦁ Lingkungan kerja
⦁ Menurut Sifat Luka atau Kelainan : Patah tulang, memar, gegar otak, luka bakar, keracunan mendadak, akibat cuaca, dsb

PENCEGAHAN KECELAKAAN
Kecelakaan dapat dihindari dengan :

  1. Menerapkan peraturan perundangan dengan penuh disiplin
  2. Menerapkan standarisasi kerja yang telah digunakan secara resmi
  3. Melakukan pengawasan dengan baik
  4. Memasang tanda-tanda peringatan
  5. Melakukan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat

PENANGGULANGAN KECELAKAAN
Jangan membuang puntung rokok yang masih menyala di tempat yang mengandung bahan yang mudah terbakar, Hindarkan sumber-sumber menyala di tempat terbuka, Hindari awan debu yang mudah meledak.

Perlengkapan Pemadam Kebakaran
Alat-alat pemadam kebakaran dan penanggulangan kebakaran terdiri dari dua jenis:

  1. Terpasang tetap di tempat
  2. Pemancar air otomatis
  3. Pompa air
  4. Pipa-pipa dan slang untuk aliran air
  5. Alat pemadam kebakaran dengan bahan kering CO2 atau busa.

Alat-alat pemadam kebakaran jenis 1-3 digunakan untuk penanggulangan kebakaran yang relatif kecil, terdapat sumber air di lokasi kebakaran dan lokasi dapat dijangkau oleh peralatan tersebut. Sedangkan alat jenis ke-4 digunakan jika kebakaran relatif besar, lokasi kebakaran sulit dijangkau alat pemadam, atau tidak terdapat sumber air yang cukup, atau terdapat instalasi atau peralatan listrik, dan atau terdapat tempat penyimpanan cairan yang mudah terbakar

Penanggulangan Kebakaran Akibat Instalasi Listrik dan Petir. Buat instalasi listrik sesuai dengan aturan yang berlaku. Gunakan sekering/MCB sesuai dengan ukuran yang diperlukan. Gunakan kabel yang berstandar keamanan yang baik. Ganti kabel yang telah usang atau acat pada instalasi atau peralatan listrik lain. Hindari percabangan sambungan antar rumah. Lakukan pengukuran kontinuitas penghantar, tahanan isolasi, dan tahanan pentanahan secara berkala. Gunakan instalasi penyalur petir sesuai standar.

Ciri-ciri perusahaan yang memperhatikan K3LH, diantaranya :
– Memberikan fasilitas seragam kerja dan sepatu keselamatan (safety shoes) dan mewajibkan seragam dan sepatu keselamatan tersebut untuk dipakai oleh semua pekerja yang terlibat dalam produksi, bengkel dan lapangan.
– Memasang atribut K3LH seperti tulisan yang mengingatkan pekerja untuk selalu sadar akan keselamatan, kesehatan dan kebersihan di lingkungan perusahaan. Maksud dari atribut K3LH ini adalah menghindari bahaya atau kesalahan yang bisa berakibat fatal. Maksud lainnya adalah memperhatikan kebersihan di lingkungan perusahaan, untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan bersih.
– Memisahkan sampah organik (contoh : sampah dari tumbuhan dan kertas) dan bukan organik (contoh : sampah dari plastik).
– Menerapkan K3LH dalam prosedur dan sistem kerja. Manajemen perusahaan mengupayakan para karyawannya dengan memberi petunjuk tentang K3LH supaya para pekerja memahami pengertian K3LH dan menerapkannya.

KEUNTUNGAN PENERAPAN K3LH
Keuntungan dari penerapan K3LH adalah terciptanya hasil kerja yang optimal, karena suasana kerja yang nyaman akan menghasilkan produksi yang lebih banyak dan lebih bermutu. Jadi program K3LH ini bisa mempengaruhi kuantitas dan kualitas hasil produksi. Perusahaan yang menerapkan program K3LH biasanya mengaplikasikan K3LH di lingkungan perusahaan.

K3LH PADA KOMPUTER

Dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi harus diperhatikan kesehatan dankeselamatan kerja,sehingga peran teknologi dalam kehidupan manusia menjadi sumber  pemecahan masalah bukan sumber masalah.Keberadaan komputer sangat mendukung penyelesaian pekerjaan yang membutuhkan waktu cepat dan hasil yang baik.Aplikasi komputer yang multiguna,seperti pengolahan kata,angka,gambar,media presentasi, perhitungan statistik, multimedia, dan sebagainya.Mengharuskan pemakai komputer mengetahuisyarat-syarat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam menggunakan komputer.

1. Mengatur Posisi Duduk  Dalam terminologi komputer terdapat ilmu yang mempelajari bagaimana mengatur posisi duduk yang benar di depan komputer. Ilmu tersebut dinamakan Ergonik. Cara dan posisi duduk yang benar adalah sebaga berikut :

A. Posisi kaki jangan bersila dan usahakan kaki kiri agak maju, sedangkan kaki kanan agak di belakang. Kedua kaki jangan sejajar atau bengkok (lutut bersilangan) karena akan berakibatcepat pegal.

B. Posisi tangan diletakkan pada posisi pengetikan yang benar menurut sistem pengetikan yang benar (sistem 10 jari).

C. Posisi badan jangan membungkuk dan usahakan tegak dan relaks, jangan terlalu tegang karenadengan posisi tegang pinggang terasa tidak nyaman.

D. Usahakan pandangan mata tertuju pada naskah yang akan diketik. Jangan terus-terusan melihat kemonitor karena akan mengakibatkan mata cepat lelah,bahkan dapat mengganggu kesehatan mata.

E. Usahakan Menggunakan kursi yang nyaman dipakai (ada sandaran punggung dan sandaransikunya).

2. Mengatur Jarak Pandang Mata Jarak Pandang mata ke layar monitor usahakan jangan terlalu jauh atau terlalu dekat karenamenyebabkan mata menjadi cepat lelah. Pengaturan jarak pandang mata yang tepat akan  membuat kita nyaman bekerja dan menjaga kesehatan mata. Berikut ini beberapa hal yang perludiperhatikan dalam pengaturan jarak pandangan mata ke layar monitor.

A. Usahakan letak monitor sejajar dengan pandangan mata.

B. Jangan terus-terusan melihat monitor, alihkan pandangan ke arah teks/naskah dan papan keyboard.Hal ini untuk mengurangi kelelahan mata dan timbulnya iritasi mata.

C. Atur jarak pandang antara mata dan monitor 46-47 cm.d. Atur ketajaman (contrast) dan brightness (terang) monitor.

D. Atur jarak badan dengan monitor sekitar satu lengan.

E. Atur Posisi monitor dan keyboard lurus dengan pandangan.

F. Hindari pencahayaan yang menyilaukan mata atau pencahayaan yang kurang terang.Menurut pengamatan para ahli (Haider), berbagai efek negatif yang timbul dari

para pengguna komputer, yaitu berdasarkan pengamatan simulatif, menunjukkan bahwa semakinlama orang bekerja di depan layar komputer akan mendapatkam miopi (rabun jauh) yang semakin besar. Umumnya sering terjadi keluhan pada mata, yakni iritasi dan ketegangan. Ahli lain (sauter) berdasarkan analisis fotografik berpendapat bahwa yang mempengaruhiunjuk kerja seorang operator komputer dapat ditimbulkan oleh dua faktor, yaitu dari sudut penglihatan dan papan ketik. Sudut penglihatan berhubungan erat dengan beban pada leher, punggung, dan bahu. sedangkan papan ketik berhubungan erat dengan tekanan pada lengan dantangan.  Mengatur dan memilih meja komputer

A. MENGATUR DAN MEMILIH MEJA KOMPUTER

1. Meja dilengkapi dengan alat sandaran kaki (foot rest)

2. Bagian bawah meja memberikan ruang gerak bebas bagi kaki.

3. Tinggi meja komputer sekitar 55-75 cm (disesuaikan dengan ukuran kursinya dan juga dengantinggi operatornya).

4. Tempat keyboard dan mouse pada meja mudah dijangkau.

5. Meja komputer stabil/tidak mudah bergoyang.

B. MENGATUR DAN MEMILIH KURSI

1. Kursi fleksibel yang dapat mengikuti lekuk punggung dan sandarannya serta tingginya dapatdiatur.

2. Tinggi kursi disesuaikan dengan kaki agar tidak menggantung pada saat duduk.

3. Kursi sebaiknya diberi roda sehingga mudah digerakkan.Selain posisi duduk dan pandangan, hal yang tidak kalah penting dalam menjaga kesehatandan keselamatan kerja adalah memilih jenis monitor yang baik. Monitor yang baik adalahmonitor yang memiliki radiasi kecil dan membutuhkan daya listrik yang kecil. Jenis monitor LCD lebih baik dibandingkan jenis CRT. Karena monitor jenis LCD (Liquid Crystal Display)memiliki efek radiasi pancaran yang rendah dan tidak menimbulkan kelelahan pada mata. Selainitu menggunakan daya listrik yang lebih kecil dibandingkan dengan layar monitor jenis CRT. Namun harga monitor ini masih sangat mahal dibandingkan dengan monitor biasa (CRT).Seandainya kita menggunakan monitor jenis CRT sebaiknya menggunakan Screen Filter yangakan mengurangi radiasi yang ditimbulkan oleh monitor tersebut. Ada beberapa aturan yang sebaiknya diperhatikan untuk menjaga keamanan dan keawetan perangkata. Memberi .  Ada kalanya kita merasakan setrum listrik pada body chasing atau monitor yang digunakan, halini dikarenakan masih ada sisa tegangan yang ada pada chasing dan body monitor. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya digunakan system grounding, yaitu menyalurkan sisa teganga listrik ke tanah.

Caranya :

A. Buat aliran kabel dari body chasing/monitor ke tanah.

B. Memilih power supply yang baik  Penyebab utama keawetan perangkat adalah supply listrik yang stabil. Untuk itu dibutuhkan Power Supply yang baik. Walaupun harganya lebih mahal, penggunaan Power Supply atau Catu Daya yang stabil sangat dianjurkan karena akan berdampak bagi keawetan perangkat dan sistem komputer.

C. Menggunakan stabilizer dan UPS.  Fungsi stabilizer adalah menstabilkan tegangan listrik dari PLN. Ada kalanya listrik yang ada di perumahan kita mengalami kenaikan atau penurunan tegangan, hal ini dapat menyebabkankerusakan pada perangkat TIK. Untuk mengatasi hal ini digunakan stabilizer. Selain itu adanya pemutusan arus listrik yang mendadak dari PLN atau tanpa kesengajaan Power Off tertekan, memungkinkan data yang telah kita susun menjadi hilang karena belum sempat menyimpannya. Untuk itu diperlukan UPS (Uninterruptable Power Supply). Dengan UPS, aruslistrik masih dapat mengalir ke komputer kita untuk beberapa saat sehingga kesempatan untuk menyelamatkan data masih ada. Selain itu kerusakan perangkat dapat diminamalisir.

DAFTAR PUSAKA   
Sumber internet :
⦁ Created By ⦁ Media ⦁ Informasi.Online | 2018
Create a free website or blog at WordPress.com.
⦁ © 2018 ⦁ GUDANG RPL

  • Copyright © 2018 Scribd Inc.

Komentar
Share this Post