Karakter Pada Animasi 3D

Anisa Valentina/ September 25, 2018/ Animasi

Halo sobat! pada kesempatan kali ini saya akan membagi beberapa informasi tentang karakter pada animasi 3D, sebelum itu sobat harus memahami dulu apa itu animasi dan karakter.

Animasi sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “anima” yang berarti jiwa, hidup, semangat. Sedangkan karakter adalah orang, hewan, maupun objek nyata lainnya yang dituangkan dalam bentuk gambar 2D maupun 3D. Sehingga karakter animasi dapat diartikan sebagai gambar yang memuat objek yang seolah-olah hidup, disebabkan oleh kumpulan gambar itu berubah beraturan dan bergantian ditampilkan.

Karakter animasi sendiri sekarang telah berkembang yang dulu mempunyai prinsip sederhana sekarang menjadi beberapa jenis animasi yaitu :

  • Animasi 2D (2 Dimensi) biasa disebut juga dengan film kartun, yang artinya gambar yang lucu. Misalnya: Shincan, Looney Tunes, Pink Panther, Tom and Jerry, dll.
Source : https://www.youtube.com/watch?v=gweyVVBBKGU
  • Animasi 3D (3 Dimensi) adalah pengembangan dari animasi 2D. Dengan animasi 3D, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya. Misalnya: Toy Story, Bugs Life, AntZ, Dinosaurs, Final Fantasy, dll. Kesemuanya itu biasa juga disebut animasi 3D atau CGI (Computer Generated Imagery).
Source : https://www.youtube.com/watch?v=eQwGCIEBolg
  • Stop Motion Animation, animasi ini juga dikenali sebagai claymation karena animasi ini menggunakan clay (tanah liat) sebagai objek yang digerakkan. Teknik ini pertama kali dikenalkan oleh Stuart Blakton pada tahun 1906. Animasi ini memakai plastisin, bahan lentur seperti permen karet yang ditemukan pada tahun 1897.
Source : https://www.youtube.com/watch?v=pdW9HeqV420&pbjreload=10
  • Animasi Jepang (Anime), itulah sebutan tersendiri untuk film animasi di Jepang, Jepang pun tak kalah soal animasi dibanding dengan buatan eropa. Anime mempunyai karakter yang berbeda dibandingkan dengan animasi buatan eropa. Salah satu film yang terkenal adalah Final Fantasy Advent Children dan Jepang sudah banyak memproduksi anime.

Source : https://www.youtube.com/watch?v=ipdLIkbzpro

Berdasarkan teknik pembuatannya animasi dibedakan menjadi sepuluh jenis yaitu :

  • Animasi cel berasal dari kata “celluloid”, yaitu bahan dasar dalam pembuatan animasi jenis ini ketika tahun-tahun awal adanya animasi. Animasi cel merupakan lembaran-lembaran yang membentuk animasi tunggal, masing-masing cel merupakan bagian yang terpisah sebagai objek animasi. Contoh animasi jenis ini adalah film kartun seperti Tom and Jerry, Mickey Mouse dan Detectif Conan.
  • Animasi frame merupakan animasi yang paling sederhana, dimana animasinya didapatkan dari rangkaian gambar yang bergantian ditunjukan, pergantian gambar ini diukur dalam satuan fps (frame per second).
  • Animasi sprite, pada animasi ini setiap objek bergerak secara mandiri dengan latar belakang yang diam, setiap objek animasi disebut “sprite”. Tidak seperti animasi cel dan animasi frame, setiap objek dalam animasi sprite bergerak tidak dalam waktu bersamaan. Contoh animasi ini adalah animasi rotasi planet, burung terbang dan bola yang memantul.
  • Animasi path adalah animasi dari objek yang gerakannya mengikuti garis lintasan yang sudah ditentukan. Contoh animasi jenis ini adalah animasi kereta api yang bergerak mengikuti lintasan rel.
  • Animasi spline, animasi dari objek bergerak mengikuti garis lintasan yang berbentuk kurva, kurva ini didapatkan dari representasi perhitungan matematis. Contoh animasi jenis ini adalah animasi kupu-kupu yang terbang dengan kecepatan yang tidak tetap dan lintasan yang berubah-ubah.
  • Animasi vektor mirip dengan animasi sprite, perbedaannya hanya terletak pada gambar yang digunakan dalam objek sprite-nya. Pada animasi sprite, gambar yang digunakan adalah gambar bitmap, sedangkan animasi vektor menggunakan gambar vektor dalam objek sprite-nya.
  • Morphing adalah mengubah satu bentuk menjadi bentuk yang lain. Morphing memperlihatkan serangkaian frame yang menciptakan gerakan halus dari bentuk pertama yang kemudian mengubah dirinya menjadi bentuk yang lain.
  • Animasi clay, sering disebut juga animasi doll (boneka). Animasi ini dibuat menggunakan boneka-boneka tanah liat atau material lain yang digerakkan perlahan-lahan. Contoh penerapan animasi ini adalah pada film Chicken Run dari Dream Work Pictures.
  • Animasi digital adalah penggabungan teknik animasi cell (Hand Drawn) yang dibantu dengan komputer. Contoh animasi jenis ini adalah film Spirited Away dan Lion King.
  • Animasi karakter biasanya digunakan dalam film kartun berbasis 3 dimensi, oleh karena itu ada juga yang menyebutnya sebagai animasi 3D. Pada animasi ini setiap karakter memiliki ciri dan gerakan yang berbeda tetapi bergerak secara bersamaan. Contoh animasi dengan teknik ini adalah Film yang berjudul Finding Nemo, Toy Story dan Moster Inc.

Sebelum membuat karakter, kita harus menentukan terlebih dahulu bentuk/benda apa yang ingin kita buat. Kita juga harus mengetahui karakteristik dari benda tersebut seperti bentuk, sifat dan warnanya. Apabila bentuk tersebut berupa benda seperti pohon, maka bentuknya adalah pipa padat. Sifat yang dimilikinya adalah sifat kayu yaitu kuat, tinggi dan memiliki daun dan akar. Apabila bentuknya berupa manusia maka bentuknya seperti manusia, mempunyai tangan, kaki, mata, hidung mulut, badan, rambut, dan lain-lain. Karakter manusia bermacam-macam jika dilihat dari sifat ada yang pemarah, lembut, baik, jahat, genit, pemalu, penakut, pemberani dan lain-lain. Jika dilihat dari fisik ada yang tinggi, pendek, rambut panjang, putih, hitam, mata sipit, dan lain-lain. Bisa karakteristik dilihat dari gaya bicara sesuai bahasa daerahnya.
Pembuatan karakter 3D dapat menggunakan aplikasi 3D MAX, AUTOCAD, Blender, dan lain-lain

Dari berbagai karakter yang ada dapat dikategorikan menjadi 2 jenis karakter yaitu karakter dalam wujud 2 dimensi dan wujud 3 dimensi. Adapun sebagai contoh wujud karakter 2 dimensi yaitu Wayang, Kartun, dan anime. Untuk karakter dengan wujud 3 dimensi yaitu kartun Final Fantasy, Monster Inc, Finding Nemo, dan lain-lain.

Terdapat beberapa hal yang harus kita lakukan terlebih dahulu guna untuk melihat animasi seperti apa yang ingin dibuat dan dengan cerita apa. Hal ini tentunya perlu dilakukan suatu riset sebelum pra produksi. Adapun riset yang dilakukan adalah diantaranya adalah:

  • Menentukan tema cerita dan tujuan cerita.
  • Membuat sinopsis dan skrip.
  • Memunculkan karakter, sifat, dan ciri yang sesuai dengan sinopsis yang telah dibuat.
  • Pengumpulan dokumentasi, termasuk setting, props, dan lokasi.

Setelah proses riset dan pengumpulan data selesai, selanjutnya masuk ke stage lebih tinggi yaitu pra-produksi. Dimana pada tingkat ini seorang animator dan timnya bekerja untuk mendesain, merancang, dan menentukan standard warna yang pas pada sebuah karakter, props, sets, dan lokasi. Jika pada tahap ini telah disepakati bersama, maka selanjutnya masuk pada tahapan storyboard yang gunanya untuk memvisualisasikan adegan dan pose yang nantinya akan tampil dalam film tersebut berdasarkan naskah yang sudah ada. Adapun bentuk dari storyboard meliputi:

  • Gambar visual
  • Sound effect
  • Dialog
  • Adegan
  • Durasi

Cobalah melihat sebuah gerak, dan memahaminya secara berurutan. Pemahaman mengenai sifat-sifat gerak pun akan semakin mudah dilakukan. Rekan-rekan mungkin saja menemui istilah yang berbeda-beda, apalagi padanan kata Indonesianya belum dikenal. Tapi, paling tidak prinsip-prinsip ini bisa memberikan gambaran bagaimana terjadinya sebuah gerak. Urutan disajikan berdasarkan pengalaman pribadi saya dalam mengerjakan suatu pekerjaan animasi.

12 prinsip tersebut adalah :

  • Pose dan gerakan antara (Pose-To-Pose Action and In Between)
  • Pengaturan waktu (Timing)
  • Gerakan sekunder (Secondary Action)
  • Akselerasi gerak (Ease In and Out)
  • Antisipasi (Anticipation)
  • Gerakan penutup dan perbedaan waktu gerak (Follow Through and Overlapping Action)
  • Gerak melengkung (Arcs)
  • Dramatisasi gerakan (Exaggeration)
  • Elastisitas (Squash and Stretch)
  • Penempatan di bidang gambar (Staging)
  • Daya tarik karakter (Appeal)
  • Penjiwaan peran (Personality)

Karakteristik objek 3D adalah sebagai berikut:

  • Pesan yang sama dapat disebarkan keseluruh siswa secara serentak.
  • Penyajiannya berada dalam kontrol guru.
  • Cara penyimpanannya mudah (praktis).
  • Dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan indera.
  • Menyajikan objek-objek secara diam.
  • Terkadang dalam penyajiannya memerlukan ruangan gelap.
  • Lebih mahal dari kelompok media grafis.
  • Sesuai untuk mengajarkan keterampilan tertentu.
  • Sesuai untuk belajar secara berkelompok atau individual.
  • Praktis digunakan untuk semua ukuran ruangan kelas.
  • Mampu menyajikan teori dan praktik secara terpadu.

Vertex, adalah titik-titik yang dihubungkan dengan edge.

Edge, adalah garis yang menghubungkan lebih dua vertex (titik).

Face,  adalah sebuah permukaan yang dibentuk oleh minimal 3 edge yang tertutup.

Macam-macam objek 3D :

  • Box
  • Sphare
  • Cylinder
  • Tube
  • Pyramid
  • Plane
  • Hedra

Daftar Pustaka

Komentar
Share this Post