Mengambil Potret Seperti Seorang Profesional

Deddy Rizaldi/ Juni 29, 2018/ Fotografi

Haloo para pembaca, kalian pasti banyak bertanya kan ya “gimana mengambil foto layaknya orang yang professional?” yuk langsung saja.

Mengambil Potret Seperti Seorang Profesional

Jangan Menyisakan Terlalu Banyak Headroom

Kebanyakan orang mengambil foto seseorang hampir selalu menyisakan ruang di atas kepala ( menyisakan subjek yang terlalu banyak ). Hal tersebut merupakan kesalahan klasik yang dipakai oleh sebagian besar fotografer amatiran, tetapi untungnya kesan lahan ini masih bisa diperbaiki, dengan cara : Jangan melakukan hal tersebut lagi !. Jangan menyisakan banyak ruang pada hasil potret anda. Tip agar hasil potret anda seperti seorang fotografer professional yaitu dengan cara posisikan mata subjek anda di sepertiga frame teratas, maka anda akan bisa menghindari masalah terlalu banyak headroom ini

 

Menjepretlah dengan Orientasi Potret

Sebagian bessar foto yang diambil dengan orientasi horizontal ( landscape ), karena kamera memang didesain dengan posisi seperti itu, untuk bisa dipegang secara horizontal. Itulah kenapa tombol rana berada di posisi kanan atas, tepat pada jari anda berada. Tetapi biasanya potret professional mengambil foto dengan orientasi vertikal.

 

Mengambil Potret Vertikal? Miliki Battery Grip

Jika anda membuat foto potret, anda akan menghabiskan banyak waktu dengan posisi kamera vertical, dan anda juga akan membtuhkan waktu lama untuk menekan tombol rana. Saat hal itu terjadi, anda membutuhkan sebuah vertical battery grip ( aksesoris genggaman vertical berisi baterai tambahan ). Salain membuat anda bisa menggunakan dua baterai ( baterai cadangan ), anda juga bisa memotret lebih lama tanpa perlu mengisi kembali baterai anda, dan ada keutungan besar lain dari battery grip, yaitu alat ini meneydiakan tombol rana dan tombol setelan untuk mengatur diafragma dan kecepatan rana dengan oriaatasi vertical. Maka, rasa nyaman anda ketika sedang memotret vertical akan senyaman seperti pada saat melakukan potret horizontal.

 

Aturan “Mentari di Balik Bahumu” Adalah Palsu

Anda mungkin pernah mendengar istilah “ Mentari di balik bahumu “, yang pada dasarnya menyatakan bahwa saat anda memotret di uar ruangan, anda akan memosisikan matahari di belakang anda (di balik bahu pemotret), agar wajah subjek anda diterangi oleh matahari. Ini merupakan aturan yang tepat untuk orang-orang yang mengambil snapshot, tetapi hal ini merupakan hal terburuk saat anda mengambil potret grup (selain aturan orang yang tertinggi berdiri dibelakang), jika anda ingin mendapatkan hasil potret yang lebih professional, jangan tepatkan sinar matahari yang terang langsung menuju ke wajah subjek (walaupun itulah tepatnya yang dilakukan kebanyakan orang-orang). Yang lebih buruk adalah, posisi seperti itu akan menghasilkan cahaya yang kasar, langsung, dan tidak rata pada meraka. Sebaiknya tepatkan subjek anda dengan matahari di balik bahu meraka (bukan di balik bahu anda), suupaya mendapatkan efek cahaya manis yang mengelilingi subjek anda (memberi garis luar pada rambut mereka), lalu gunakanlah sedikit cahaya lampu kilat (dan jagalah agar tingkat kecerahan lampu kilat tetap rendah) untuk memberi cahaya secukupnya ke wajah subjek untuk membuat mereka menyatu dangan cahaya alami di sekelilingnya

 

Memotretlah dengan Lensa Sudut Lebar dan dengan Komposisi Padat

Konsep ini memiliki peraturan yang dihormati sepanjang zaman, yang menyatakan : “Jangan memotret orang dengan lensa sudut lebar karena mereka akan terdistorsi dan jadi tampak aneh. “ Tetepi ada seorang fotografer top dunia, Joe McNally yang brilian, yang sungguh-sungguh berhasil memecahkan mitos tersebut. Yaitu dengan cara “memotret dengan lensa sudut lebar dan dengan komposisi padat.” Saat anda memotret orang dengan lensa sudut lebar dan anda benar-benar berada sengat dekat dengan subjek tersebut (artinya anda memotret dengan komposisi padat), mereka tidak tampak terdistorsi , hanya benda-benda yang berada di tepi frame foto yang tampak sedikit “lebar,” tetapi benda-benda itulah yang menununjukkkan lingkungan tempat pemotretan dilakukan.

 

Mengambil Potret Profil secara Horizontal

Sekarang, setelah belajar peraturan “Mengambil Potret secara Vertikal” marilah kita melanggarnya! (itulah hebatnya peraturan fotografi, setelah anda mempelajarinya, anda bisa melanggarnya, dan hasilnya pun jadi keren. Yang tidak keren adalah saat anda melanggar peraturan tanpa segaja karena anda sebenarnya tidak mengetahui peraturannya.) Salah satu dimana kita perlu melanggar peraturan ini dengan sengaja adalah saat kita memotret profil subjek kita. Alasannya adalah : karena subjek anda menatap ujung frame, maka kalau anda memotretnya secara vertical, ia akan terlihat terkungkung, dan dan itu akan tampak tidak bagus. Jadi, dengan melanggar peraturan vertical dan memotret profil secara horizontal, subjek anda akan memiliki semacam ruang visual yang lapang dan membuatnya terlihat lebih bagus di dalam frame tersebut.

 

Memotret dari Jauh untuk Potret yang Lebih Rata

Pernakah anda melihat pemotretan kelas atas di TV (mungkin pemotretan fasion atau selebriti), dan apakah anda menyadari dari seberapa jauh jarak fotografer dari subjek foto? Itu karena mereka memanfaatkan fasiltas “lens compression” dari lensa zoom yang lebih panjang (yang sangat rata untuk foto potret). Contoh potret diatas benar-benar bias bercerita, foto yang kiri diambil dengan lensa 50mm,sedangkan foto yang sebelah kanan dengan lensa 70-200mm yang di-zoom out ke 190mm. Banyak fotografer professional membuat foto potret pada titik fokal terpanjang dari lensa zoom mereka. Jadi, kalau mereka memotret dengan lensa 28-135, mereka akan memotret di titik 100mm hingga kekisaran 135mm untuk mendapatkan potret yang terbaik dan paling rata.

 

Kenapa Penyebar Cahaya Berguna untuk Potret di Luar ruangan

  Saat kita berbicara tentang cahaya yang sangar keras dan tidak rata untuk potret, kedua jenis cahaya ini sama saja buruknya : lampu kilat pop-up bawaan dari kamera anda atau cahaya matahari lansung. Jika anda inggin memotret di luar ruangan, da nada area yang teduh di dekat sana, anda bisa memotret disana. Tetapi bagaimana kalau anda berada di pantai, atau di padang pasir, atau di salah satu dari ribuan tempat yang tidak memiliki pohon teduh di dekatnya? Anda pasti memerlukan salah satu alat ini, 83,8cm Lastolite TriGrip 1 Stop Diffuse (alat yang sama seperti lampu kilat untuk memantulkan cahaya yang keras dari lampu kilat eksternal, jadi alat ini berfungsi ganda). Minta saja pada seorang teman anda untuk memegang penyebar cahaya ini di anatara matahari dan subjek (seperti yang ditunjukkan pada foto di atas), dan anda akan langsung mendapatkan cahaya yang lembut, cantik, dan alami di lokasi.

 

Membuat Latar Belakang yang Lebih Baik untuk Potret

Kunci untuk mendapatkan latar belakang yang bagus untuk potert adalah “lebih sedikit, lebih baik”. Kalau anda memotret situasi (foto yang berlokasi di rumah seseorang, kantor, dll.), untuk mendapatkannya bukan dengan teknik “apa yang bisa anda lakukan dengan latar belakang”, melainkan “apa yang bisa anda hilangkan dari latar belakang”. Anda harus mengambil sesedikit mungkin element-element yang menganggu dari latar, entah dengan menempatkan subjek anda di latar belakang yang sangat sederhana dan “bersih” atau, jika itu tidak memungkinkan, menyingkirkan sebanyak mungkin element-element penganggu (atau hiasan-hiasan kecil), seperti seperti foto di kanan atas. Jangan anggap remeh hal ini, untuk membuat foto situasi yang benar-benar hebat, bukan hanya latar depan yang penting. Keseluruhan foto memiliki peran penting sebagai satu kesatuan, dan dengan memilih (atau membuat) latar belakang yang sempit dan “bersih” kesempatan anda untuk memperoleh foto yang bagus menjadi besar.

 

Tip Menciptakan Komposisi Trendi

Karena sebagian besar foto yang anda lihat berposisi horizontal atau vertical, maka melakukan sesuatu yang berbeda akan tampak berbeda, dan sekarang ada sebuah teknik yang sangat populer untuk fotografi potret, yaitu memutar kamera pada sudut tertentu hingga subjek anda tampak berada di sudut bingkai. Tekniknya sangat sederhana, tinggal putar kamera anda sedikit ke kiri atau ke kanan, lalu jepretlah. Anda mungkin perlu mencoba beberapa kali hingga menemukan posisi yang pas bagi subjek anda di dalam frame. Gaya ini (yang telah ada selama bertahun-tahun) kini semakin populer kembali.

 

Memotong Puncak Kepala

Dalam teknik komposisi ini, anda benar-benar memotong puncak kepala subjek anda. Ini adalah teknik professional yang sangat populer. Tekik ini mengisi frame anda dengan kepala subjek. Komposisi padat seperti ini membuat tampilan foto lebih menarik, seperti yang anda lihat di atas. Anda akan melihat teknik komposisi ini di mana-mana dan telah menjadi aliran utama para fotografer fasion, kecantikan, dan potret. (memotong puncak kepala bukanlah sebuah masalah, demikian pula memotong salah satu sisi tangannya, bahu, rambut, dll. Tetapi satu hal yang tidak boleh dipotong : dagu. Bagian puncak kepala dipotong akan terlihat alami, tapi jika dagunya yang di potong maka komposisi foto tersebut akan terlihat sangat jelek.)

Penutup

Demikian beberapa cara atau tip mengambil potret seperti seorang professional yang perlu anda katahui. Tentunya untuk memahami fungsi atau kegunaan dari cara tau tip tersebut anda harus banyak berlatih dan menggunakan tip tersebut

Sumber : “The Digital Photography Book ” Jilid 2, Bab : Mengambil Potret Seperti Seorang Profsional
Scott Kelby

 

Komentar