Ubah Fotomu dengan Style Vintage dan Retro

Intan Merry/ Maret 21, 2018/ Fotografi, Grafis

Ubah Fotomu dengan Style Vintage dan Retro

Dikutip dari: buku Photoshop project

Pengarang : Matius Tomy Suryadi (Elcom)

Penerbit : ANDI Yogyakarta

 

Pernah dengar style retro atau vintage? Style tersebut sedang digemari oleh para ahli photoshop dalam mengedit karya fotonya.

 

Pada dasarnya, apa itu vintage dan retro? Vintage dan retro merupakan style desain yang bertemakan warna-warna zaman dulu.

 

Baik retro maupun vintage memiliki perbedaan. Perbedaanya, retro menampilkan kesan hangat dan warna merah yang dominan, menciptakan suasana kuno dari poster atau foto 80-an. Sedangkan vintage terlihat jauh lebih tua dari retro. Vintage didominasi warna hijau dan warna-warna pudar yang khas dari foto-foto di zaman dulu.

  

Cara mengedit foto bernuansa Retro dan Vintage

Soft Retro

Gambar 1.1 Foto dengan efek soft retro

Berikut ini langkah-langkah membuat foto antik dengan efek soft retro

1.Buka Photoshop CS6 dan siapkan foto yang akan digunakan.

 

Gambar 1.2 Foto yang akan digunakan

2. Tambahkan Create new fill or adjustment layer pada layer Background.

 

Gambar 1.3 Create new fill or adjustment layer

3. Pilih Curves. Curves bisa Anda gunakan untuk mengatur pencahayaan sebuah foto.

Gambar 1.4 Curves

4.  Anda bisa mengatur pencahayaan dengan mengubah posisi garis diagonal. Curves memiliki 3 channel warna utama, yaitu red, green, dan blue. Di sini atur Red, Green, dan Blue seperti gambar di bawah, atau Anda bisa berkreasi sesuai selera Anda.

 

Gambar 1.5 Channel Red, Green, dan Blue

 5. Jika sudah,sekarang gunakan Polygonal Lasso Tool dan buat daerah seleksi seperti gambar.

Gambar 1.6 Membuat area seleksi

 6. Klik kanan pada area seleksi lalu pilih Select Inverse untuk memilih area seleksi sebaliknnya Pergi ke Filter > Blur > Gaussian Blur untuk menambahkan efek blur pada foto Pada kotak dialog Gaussian Blur,gunakan radius sebesar 4.0 Pixel.

Gambar 1.7 Gaussian Blur

7. Buat sebuah background baru dengan pergi ke File > New dengan ukuran 1500 x 1500 Pixel. Ubah warna background baru menjadi hitam menggunkan Paint Bucket Tool.

Gambar 1.8 Paint Bucket Tool

8. Jika sudah, pergi ke lembar keerja foto, lalu pergi channel Layers, pilih kedua layer yang ada dengan terus menekan tombol Ctrl pada keyboard saat memilih kedua layer pada lembar kerja foto.

Gambar 1.9 Memilih Layer

9. Duplikat kedua layer tersebut dengan menglkik kanan, pilih Duplicate Layer.

Pilih destinasi dokumen ke background baru yang sudah dibuat tadi.

Gambar 1.10 Duplicate Layers

10. Pergi ke background. Klik dua kali pada layer foto untuk pergi ke Blending Options.

Pada Blending Options, tambahkan Stroke dengan warna putih untuk memberikan efek garis tepi.

Gambar 1.11 Blending Options Stroke

11. Aktifkan layer background hitam dan gunakan CropTool untuk memotong bagian background yang tidak terpakai.

Gambar 1.12 Crop Tool

12. Jika sudah, gunakan Text Tool untuk memberikan tulisan di dalam foto.

Gambar 1.13 Text Tool

 13. Dan hasilnya akan seperti Gambar 1.14.

Gambar 1.14 Hasil akhir

 

  

Typography Retro

Gambar 2.1 Typography retro

Berikut ini langkah-langkah membuat efek typography retro:

  1. Siapkan dokumen baru berupa foto yang akan diedit.

 

Gambar 2.2 Foto yang digunakan

 2. Buatlah sebuah tulisan seperti pada contoh gambar dibawah.

 

 

Gambar 2.3 Text tool

3. Untuk memudahkan dalam pengeditan, maka kita buat tulisan ‘retro’ tadi menjadi sebuah Brush yang akan kita pakai nanti dengan cara, pilih Edit – Define Brush Preset lalu setelah Brush diberi nama selanjutnya tekan ‘OK’.

 

 

Gambar 2.4 Text penambahan brush

4. Buat layer baru, lalu pilih brush yang baru saja kita buat sebagai masking foto. Perlu diperhatikan, posisi layer brush harus diatas layer foto. Posisikan brush secara acak dengan ukuran yang disesuaikan.

 

 

Gambar 2.5 Penataan brush

5. Masih pada layer brush,  tekan dan tahan tombol ‘Ctrl’ pada keyboard lalu klik thumbnail layer brush pada pallete layer, maka akan tampak hasil seleksi.

 

 

Gambar 2.6 Hasil seleksi

6. Setelah selesai dengan layer brush, pilih layer foto, lalu tekan ‘Ctrl + J’, dan akan menghasilkan layer baru yang merupakan perpaduan antara Foto dan Type.  

 

 

Gambar 2.7 Hasil dari layer baru

7. Non-aktifkan layer Foto (Background) dan layer brush denga cara di-klik pada tanda mata disebelah kiri thumbnail layer masing-masing.

 

 

Gambar 2.8 Hasil non-aktif layer foto

8. Buatlah layer baru tepat diatas layer background, lalu warnai dengan ‘Paint Bucket Tool’.

 

 

Gambar 2.9 Hasil pewarnaan Paint bucket tool

9. Buatlah latar menjadi mempunyai efek tekstur granite halus dengan cara memilih ‘Filter – Disort – Diffuse Glow’. Sesuaikan dengan ngetatur ‘Graininess’, ‘Glow Amount’ dan ‘Clear Amount’. 

 

 

Gambar 2.10 Efek tekstur granite

10. Lalu pilih layer Type dan buatlah efek bevel dengan cara memilih ‘Layer – Layer Style – Bevel and Emboss. Sesuaikan, lalu pilih ‘OK’.

 

 

Gambar 2.11 Efek bevel and Emboss

11. Terakhir, kita akan memberi efek bayangan pada Type dengan cara, pilih ‘Layer – Layer Style – Drop Shadow’. Sesuaikan, lalu tekan ‘OK’. 

 

 

Gambar 2.12 Efek bayangan drop shadow

 

 

 

City Vintage

Gambar 3 City vintage

Berikut langkah-langkah membuat efek city vintage menggunakan Photoshop CS6:

  1. Siapkan dan buka foto yang akan digunakan di Photoshop CS 6.

Gambar 3.1 Foto yang akan digunakan

2. Pergi ke channel Layers, dan gunakan Ctrl+J untuk menduplikat layer Background, dan untuk memudahkan beri nama layer baru tersebut dengan layer foto.

Gambar 3.2 Menduplikat layer Background

3.Klik kanan layer foto, pilih Convert to Smart Object.

Gambar 3.3 Convert to Smart Object

 4.Pergi ke Filter > Others > High Pass, lalu atur seperti Gambar

Gambar 3.4 High Pass

 5. Pada channel layers, klik ganda pada layer High Pass.

Gambar 3.5 Klik ganda pada layer High Pass

 6. Maka akan muncul Blending Options (High Pass). Pada Blending Options (High Pass),  ubah Mode menjadi Overlay.

Gambar 3.6 Mengubah Layer mode

7. Pergi ke Create new fill or adjustment layer yang ada di bawah channel layers, lalu pilih Brightness/Contrast.

Gambar 3.7 Brightness/Contrast

8. Pergi ke Create new fill or adjustment layer yang ada di bawah channel layers, lalu pilih Curves.

    

 

Gambar 3.8 Curves

9. Pergi ke Create new fill or adjustment layer yang ada di bawah channel layers, lalu pilih Color Balance.

    

 

Gambar 3.9 Color Balance

10. Buat layer baru dengan pergi ke Layer > New > Layer, dan gunakan Paint Bucket Tool warna hot pink (#E9077C) untuk memberikan warna pada layer baru tersebut.

     

Gambar 3.10 Memberi warna pada layer baru

 11. Ubah layer mode menjadi Screen dengan Opacity: 30%.

Gambar 3.11 Mengubah layer Mode dan Opacity

12. Pergi ke Create new fill or adjustment layer yang ada di bawah channel layers, lalu pilih Hue/Saturation.

Gambar 3.12 Hue/Saturation

13. Pilih layer foto, lalu pergi ke Filter > Noise > Add Noise. Atur Amount: 6 dengan memilih Uniform.

Gambar 3.13 Noise

14. Masih di layer foto, pergi ke Filter > Lens Correction. Pada Vignate, atur Amount: –100 dan Midpoint: +25.

Gambar 3.14 Lens Correction

 15. Dan hasilnya akan seperti gambar.

Gambar 3.15 Hasil akhir

 

 

 

 

Demikianlah beberapa Tutorial Photoshop Style Vintage and Retro yang nantinya bisa meningkatkan kemampuan kita semua dalam mengolah foto menggunakan aplikasi Adobe Photoshop.Semoga tutorial-tutorial diatas dapat bermanfaat bagi kita semua yang ingin belajar tentang photoshop.

 

 

 

Daftar Pustaka:

Suryadi,Tomy.(2015).Style Vintage dan Retro, Yogyakarta: Penerbit Andi

Bagus,adi. 2009, Edit Foto Dengan Efek Retro Typography Pada Photoshop CS5. Diambil dari: http: //adhehack.blogspot.co.id/2013/02/edit-foto-dengan-efek-retro-typography.html. (2 Februari 2013)

Komentar