Teknik Blurring Pada Fotografi

Desi Safitri/ September 19, 2018/ Fotografi/ 0 comments

Hallo Sobat!!! Di dalam materi kali ini kita akan membahas mengenai Blurring  pada Fotografi . Nah, Apasih Blurring itu ?? kalian pasti pernah memotret objek dan menghasilkan gambar yang salah satu objeknya terlihat  jelas dan bagian belakangnya terlihat kabur. nah, itulah yang disebut Blurring .


Blurring adalah “Teknik yang menonjolkan suatu titik objek yang  fokusnya sangat tajam dan juga dijadikan titik utama, sementara objek yang lain akan blur / kabur (elective focusing).”

Teknik ini juga tergantung pada kemampuan kita mengolah aperture dan aperture dan shutterspeed. Perpaduan yang pas pada racikan akan menghasilkan efek montion blur yang sangat dasyat. Blurring bisa dilakukan dengan slow speed dan aturan aperture sempit. Aperture adalah ukuran seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto. Jadi, saat kita menekan shutter lubang di depan sensor kamera akan terbuka, settingan aperture inilah yang mengatur besar kecil bukaan tersebut. Fungsi aperture selain sebagai jendela yang mengatur sedikit banyaknya cahaya yang masuk, juga berfungsi untuk mengatur efek ngeblur dan fokusnya obyek pada foto kita. Untuk memotret subjek yang bergerak menjadi blurdiperlukan kecepatan rana rendah. kenapa butuh kecepatan lambat? karena kita ingin menghasilkan efek gerakan (terutama dalam background atau foreground) dalam foto yang akan kita hasilkan.

Blurring menitikberatkan pada kemampuan kita mengolah aperture dan shutter speed.Racikan yang pas akan menghasilkan menghasilkan efek motion blur yang dahsyat. Blurringbisa dilakukan dengan slow speed dan aturan aperture sempit. Teknik ini bisa digunakan untuk pemotretan siang maupun malam hari. kenapa butuh kecepatan lambat? karena kita ingin menghasilkan efek gerakan (terutama dalam background atau foreground) dalam foto yang akan kita hasilkan.Bagaimana ?? Sudah paham mengenai Teknik Blurring ?

TEORI DASAR MEMBENTUK  BACKGROUND YANG  BLUR

1. Menentukan Jarak Background Dengan Subjek

Bila memotret subjek manusia maka jarak background dengan subjek minimal 5m. Sedangkan jarak antara kamera dengan subjek adalah relatif. Rumusnya adalah semakin jauh jarak background dengan subjek maka semakin tinggi intensitas blur yang terjadi pada background.

2. Memilih Besaran Subjek

Menentukan jarak background dengan subjek harus disesuaikan dengan besaran subjek. Untuk subjek berukuran mini seperti foto makro tidak memerlukan jarak backgroud yang jauh seperti ketika memotret subjek manusia. Contohnya seperti bulpoin warna dalam gambar di bawah ini:

Teorinya adalah semakin sempit wilayah subjek yang Anda bidik maka semakin dekat jarak toleransi antara subjek dengan background. Namun sekali lagi jarak background yang semakin jauh lebih baik untuk blur.Untuk membuktikan teori di atas coba anda berdiri di dekat dinding kemudian angkat 1 jari anda tepat di depan mata anda. Kemudian fokuskan pandangan pada jari.

Anda akan melihat kalau dinding (sebagai background) terlihat blur saat anda memfokuskan pandangan ke jari, tapi coba jika anda tempelkan jari ke dinding dan fokuskan kembali penglihatan anda ke jari. Maka saat itu anda akan melihat jari (subjek) dan dinding (background) sama fokusnya dan tidak terjadi blur pada dinding.

FAKTOR LAIN YANG MENDUKUNG TERBENTUKNYA BLUR

1. Depth of Field

Teori  Depth of Field (DOF) atau ruang ketajaman juga ikut mempengaruhi intensitas terjadinya blur pada background, sehingga dalam hal ini anda juga harus tahu apa itu Depth of Field. Akan tetapi pembahasannya lumayan panjang jika saya sertakan di artikel ini.

2. Pengaruh Lensa

Lensa yang Anda gunakan berperan besar menentukan hasil dengan background yang blur. Lensa dengan focal Lengthterpanjang dapat memaksimalkan hasil blur. Namun bila Anda menggunakan lensa standar (kit 18-55mm) maka gunakan focal terpanjang yaitu 55mm.

Adapun lensa yang digemari saat ini untuk membuat latar menjadi blur yaitu lensa fix 50mm dan lensa zoom tele. Sedangkan apabila menggunakan lensa zoom wide (lebar) yang umumnya memiliki rentang focal pendek maka hasil blurnya tidak se-ekstrim hasil blur dari jenis lensa di atas. Rumus berikutnya adalah semakin panjang focal lensa anda maka semakin tinggi intensitas blur pada background.

Tidak bisa dipungkiri jika latar belakang yang blur dari sebuah foto mampu memberi kesan kedalaman (Depth-of-Field/DoF) tersendiri bagi foto tersebut. Dengan latar yang blur dapat dilakukan isolasi atau pemisahan objek foto sehingga perhatian tidak terpecah antara melihat objek atau latarnya. Maka itu teknik membuat blur ini lebih banyak dipakai di foto potret dan still life (yang perlu DoF sempit), dan tidak untuk dipakai di foto landscape atau pemandangan (yang perlu DoF lebar).

Banyak yang berharap dengan kamera yang dimilikinya, dia akan dapat mendapat foto yang latarnya blur. Meski banyak yang berhasil, namun ada juga yang mengalami kekecewaan karena hasil  fotonya tidak seperti yang diharapkan. Untuk itu perlu dicatat bahwa hasil dari foto yang latarnya blur dapat bervariasi, dan tingkat blurnya pun berbeda (mulai dari yang agak blur hingga sangat blur). Ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu faktor apa saja yang membuat hasil blur pada latar ini bisa berbeda, yaitu :

  • ukuran sensor pada kamera
  • jenis lensa yang dipakai
  • posisi panjang fokal lensa
  • bukaan diafragma lensa
  • jarak objek terhadap latar

Soal sensor, jelas pada kamera DSLR yang ukuran sensornya lebih besar, kemampuan menghasilkan foto yang latarnya blur akan menjadi mudah. Tidak demikian halnya dengan kamera bersensor kecil (meskipun kamera prosumer) yang relatif akan kesulitan untuk membuat blur pada latar. Pada DSLR pun jenis lensa yang dipakai bisa memberi hasil blur yang berbeda-beda, tergantung tipe lensanya (zoom atau prime), berapa jumlah blade diafragmanya (ada yang 5, 7, dan 9 blade) dan apa jenis bladenya (lurus atau rounded).

3. Rentang Fokal Pada Lensa

Semakin besar ukuran rentang fokal lensa yang dipakai,maka akan membuat latar belakang menjadi semakin kabur.

4. Rasio jarak antara subjek foto dengan kamera dan jarak antara subjek dan latar belakang

Lebih dekat jarak kamera ke subjek foto dan semakin jauh jarak subjek foto dengan jarak pada latar belakang, maka foto akan menjadi blur. Contoh: Jika jarak pada kamera ke subjek gambar dengan jarak 1 cm, dan jarak subjek  gambar ke background 20 M, maka bisa sangat bisa di pastikan bahwa latar belakang nya akan menjadi sangat ngeblur. Hal ini dikarenakan rasio/perbandingan jarak sangatlah besar. Dan juga sebaliknya bila kamera memiliki jarak ke subjek foto 20m, dan juga jarak subjek foto ke latar belakang nya 1 cm, maka sangat bisa dipastikan bahwa latar belakang menjadi sangat tajam / jelas.

5. Ukuran sensor dalam kamera

Ukuran sensor pada kamera sangat bervariasi, semakin besar ukuran, maka akan semakin mudah membuat background menjadi blur. Kamera pada ponsel atau kamera saku mempunyai ukuran sensor yang sangat relative kecil dibandingkan dengan kamera digital SLR. Di dalam kamera Digital SLR Canon, terbagi lagi menjadi beberapa jenis ukuran sensor. Yang terkecil sampai yang ukuran paling besar.


source:gambar

Dalam kamera bukaan diafragma dilambangkan dengan huruf  ” f ” (misal: f 3.5 ; f 5.6 ; f 8, dsb). Nah, sedikit rumus o   Semakin besar angka “f” (f 8, f 22, dsb) berarti semakin kecil lubang           diafragmanya, semakin sedikit volume cahaya yang masuk, lalu DOF akan            semakin lebar.

Semakin kecil angka ” f ” (f 1.8, f2, dsb) berarti semakin besar lubang            diafragmanya dan semakin banyak volume cahaya yang masuk, lalu DOF akan semakin sempit


Source : https://www.google.co.id

Selain Blurring juga ada istilah Bokeh dalam Fotografi. Apa itu Bokeh ?? Bokeh,memang agak asing ketika kita yang awam menyebutkan nama bersebut, tapi tidak untuk orang yang berkecimpung didunia photografi. Lucu memang jika kita menyebutkan kata tersebut secara berulang-ulang, tapi tahukah kita apa arti dari bokeh itu sendiri?

Bokeh dalam ilmu photografi sama istilahnya dengan blur bagi kita yang biasa mengoperasikan Photoshop. Tidak tahu blur? coba jalankan aplikasi Photoshop lalu pilih satu foto untuk kita cari tahu apa itu blur, kemudian pilih menu Filter > Blur > Gaussian Blur… maka kita dapatkan sebuah gambar yang buram alias tidak jelas. Maka, pengertian bokeh adalah sisi foto yang tidak jelas atau kabur. Dalam dunia fotografi pula, sebuah bidang fokus foto dibebani oleh lensa kamera sehingga bidang fokus tidak seluas pada mata kita. Dari kejadian tersebut terbentuklah sebuah bokeh dari sebuah foto. Disisi lain, kekuarang dari sebuah optik dari lensa kamera ini dimanfaatkan oleh fotografer untuk membuat suatu karya foto yang dapat menonjol titik fokus mata dimana akan berhenti sejenak pada objek foto sebelum memulai menelusuri area lain.

Bokeh sendiri berasal dari bahasa jepang yakni “Boke” yang memiliki arti menjadi kabur atau buram atau bias juga dikatakan titik luar dari fokus. Dengan adanya bokeh pada sebuah foto maka titik fokus yang jatuh pada sebuah objek akan menjadi sangat jelas sedangkan areal selain fokus itu sendiri akan menjadi bokeh atau blur. Bokeh sering dipergunakan dalam fotografi makro, model, jurnalistik, dll. Tergantung pada fotografernya ingin menonjolkan apa dalam foto tersebut. Lain halnya dengan fotografi arsitektur dan landscape yang hampir tidak pernah menggunakan bokeh dalam kreasinya dan cenderung memiliki bidang fokus dari ujung sisi ke ujung sisi lainnya.

Dibawah ini adalah contoh foto bokeh, dimana ada sisi yang tidak jelas atau buram dan ada bagian yang fokus sehingga mata kita hanya tertuju pada sisi fokusnya saja.


Source : https://www.google.co.id

Lalu apa yang membedakan Blurring dan Bokeh ?

Di dalam dunia photgraphy baik photogrphy ponsel maupun dslr banyak di jumpai istilah bokeh dan blur… Nah apa sih bedanya bokeh sama blur? Sebenarnya istilah antara bokeh dan blur itu memiliki makna yang sama namun memiliki detail yang berbeda… Bokeh artinya bagian photo yang tidak fokus namun memiliki konotasi keindahan… Bentuk bokeh itu sendiri tercipta tergantung dari bentuk dan desain lensa yang di gunakan…. Bisa juga dari efek fokus macro maupun pemaksaan fokus jarak dekat menggunakan optical zoom penuh

Untuk membuat bokeh yang menarik, dibutuhkan lensa dengan bukaan besar, seperti f/2.8 atau lebih besar (f/2, f/1.8, f/1.4 dan seterusnya).. Semakin jauh jarak antara bagian yang fokus dan tidak fokus, semakin bokeh daerah tersebut. Sedangkan blur adalah teknik membuat sebagian area foto menjadi tidak jelas/kabur dengan software… Motion blur juga termasuk motion blur yang tercipta dari gerakan kamera yang terekam saat membuat foto, atau subjek foto bergerak terlalu cepat untuk dibekukan oleh shutter speed di kamera saat itu.

Penjelasan Teknik Blurring melalui Audio Visual

https://www.youtube.com/watch?v=S4xsIns6f2Q&t=59s

Demikian Materi yang dapat kita bahas dalam materi kali ini , semoga apa yang kita bahas dan sampaikan kali ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua . apabila ada kesalahan dalam materi yang kita bahas kali ini mohon dimaafkan, saling berbagi ilmu dan belajar bersama , kami mohon isi kolom komentar atas kepuasan dan kekurangan artikel kami agar kami bisa menyajikan artikel yang lebih baik selanjutnya . Sampai Jumpa pada materi selanjutnya .

DAFTAR PUSTAKA

http://www.flickr.com/photos/44169863@N00/211690047

https://iyaora.blogspot.com/2015/10/apa-sih-bedanya-photo-bokeh-dengan.html 

http://panopticon-idea.blogspot.com/2012/04/panning-blurring-dan-freezing.html

http://photoshopdesain.com/blog/inspiration/artikel/pengertian-bokeh.html#xQhJF90I2LWVOpwc.99

Komentar
Share this Post

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.