Teknik Pengolahan Audio: Format File Audio

Dian Purwanto/ Juli 29, 2018/ Audio

Salah satu unsur multimedia yang tidak kalah penting dalam membuat aplikasi multimedia adalah audio.

Audio dibutuhkan pada suatu aplikasi multimedia untuk meningkatkan kualitas interaksi (suara tombol, suara benar, suara salah, dll), menggambarkan suasana aplikasi (backsound) dan untuk menjelaskan suatu proses seperti narasi konten, petunjuk penggunaan, dll.

Audio atau Suara adalah sesuatu yang dihasilkan oleh benda yang mengalami getaran sehingga menghasilkan gelombang yang berada di udara.

Bentuk gelombang yang berulang-ulang pada waktu tertentu disebut suatu periode.

Periodampwave

Suatu bentuk gelombang yang tidak menghasilkan suara yang periodik sama seperti sebuah noise.

Frekuensi dari suatu suara adalah banyaknya periode gelombang dalam waktu satu detik (Hz).

Daya tangkap pendengaran manusia secara teoritis adalah mulai dari Frekuensi  20Hz sampai 20 kHz. 

Jenis-jenis frekuensi :

  • Infra-sound = 0 – 20 Hz
  • Ultra-sound = 20 KHz – 1 GHz
  • Hyper-sound = 1 GHz – 10 THz

Amplitude adalah tinggi suatu gelombang yang mengisyaratkan besar kecilnya suara yang dihasilkan.

Kualitas Audio ditentukan oleh  Sample rate dan Bit Depth

Sample rate adalah jumlah sinyal audio yang diambil dalam satu detik ketika melakukan rekaman suara.

Semakin tinggi nilai sample rate ini kualitas audio yang dimainkan semakin baik.

Agar diperoleh suara digital yang bagus maka suara analog harus di-sampling sekitar 2 kali lipat frekuensi-nya.

Karena frekuensi tertinggi suara sekitar 20 kHz, maka sampling yang terbaik haruslah minimal 44.100 sample/detik (kualitas CD).

Bit Depth adalah nilai resolusi suara atau jumlah tingkatan level suara.

Audio 8 bit menyedia kan 2 pangkat delapan atau 256 level.

Audio 16 bit menyediakan 65.536 level dan audio 32 bit memiliki jumlah jangkauan 2 pangkat 32 .

Makin tinggi nilai jangkauan makin baik kualitas, namun demikian ukuran file yang diperlukan juga semakin besar.

Mono adalah reproduksi suara dengan single – chanel, biasanya hanya ada satu microfon, satu loudspeaker. Menjadi standart untuk telpon radio komunikasi, telpon jaringan, dan induksi loop untuk digunakan dengan alat bantu dengar.

Stereo adalah reproduksi suara menggunakan dua atau lebih independen audio saluran melalui simetris konfigurasi dari pengeras suara demikian rupa untuk menciptakan kesan mendengar suara dari berbagai arah, seperti dalam pendengaran alami.
Rekaman stereo digunakan dalam penyiar Fm dan Digital Audio Broadcasting (DAB) dan di beberapa sistem televisi

Data audio terbagi menjadi dua, yaitu :

  • Audio Digital

Audio Digital adalah reproduksi suara dari sinyal digital yang telah diubah keasalnya menjadi sinyal analog, perekaman suara digital dengan cara pengkodean angka biner hasil dari perubahan sinyal suara analog dengan bantuan frekuensi sampling. Audio digital bisa juga berasal dari suara sintetis, contoh peralatan sumber suara sintetis  adalah MIDI yang merupakan sumber suara digital berbagai instrumen musik yang bisa dimainkan oleh pemusik. Bentuk penyimpanan sinyal digital dalam media berbasis teknologi komputer. Format digital dapat menyimpan data dalam jumlah besar.

  • Audio Analog

Audio analog dihasilkan dengan variasi dari tekanan suara asli. Variasi tekanan udara diubah terlebih dahulu (oleh transuder seperti microphone) ke sinyal listrik. Audio analog biasanya berperforma lebih baik, suaranya masih sama dengan suara asli dan hasil rekaman analog berkualitas baik. Ketidaksempurnaan peralatan analog dapat menimbulkan distorsi (gangguan) seperti bergetar, tape mendesis (seperti dalam kasus kaset).

Sebagai proses digitalisasi terhadap format rekaman musik analog, lagu atau musik digital mempunyai beranekaragam format. Format audio digital diantaranya adalah sebagai berikut:

  • MP3 (MPEG Audio Layer 3)

MP3 saat ini menjadi format audio yang paling populer dalam musik digital, dikarenakan ukuran filenya yang kecil tetapi kualitasnya tidak kalah dengan dengan CD audio. Format MP3 ini dikembangkan dan dipatenkan oleh Fraunhofer Institute.

  • AAC atau MP4

AAC (Advanced Audio Coding) atau MP4 adalah format yang bertujuan meneruskan format audio MP3. Ukuran format ini lebih kecil namun kualitas suaranya lebih bagus. Format ini untuk kebutuhan transfer data yang lebih cepat, sehingga akan lebih enak untuk dipakai di internet, wireless, ataupun audio streaming.

  • WAV

Format audio wav adalah kependekan dari wave. Format ini sangat tepat apabila membutuhkan kualitas audi yang baik dan memiliki tempat penyimpanan yang besar, karena format audio WAV ini memiliki ukuran filenya yang lebih besar disebabkan karena tidak adanya proses kompresi terhadap format ini.

  • WMA (Windows Media Audio)

WMA (Windows Media Audio) adalah format audio yang sangat disukai para vendor musik online karena adanya dukungan terhadap Digital Rights Management (DRM). DRM adalh fitur yang berfungsi untuk mencegah pebajakan musik. Format ini hanya bisa dimainkan dengan Windows Media Player.

  • Ogg Vorbis

Ukuran file format audio yang satu ini lebih kecil, file ini dapat menghemat bandwidth. Ogg Vorbis merupakan satu-satunya format audio digital yang terbuka dan gratis.

  • Real Audio

Real Audio adalah format dari Real Networks yang umumnya digunakan dalam layanan streaming audio. Standar Real Audio menggunakan standar AAC MPEG-4 pada bitrate 128 kbps ke atas.

  • MIDI

MIDI adalah format audio yang lebih cocok untuk suara yang dihasilkan oleh synthesizer atau piranti elektronok lainnya. Ukuran file format audio ini kecil., dan biasanya digunakan oleh musisi atau pemain musik karena dapat dimainkan pada alat musik keyboard.

  • Amiga IFF-8SVX (.IFF, .SVX)

Format Amiga 8SVX adalah 8-bit mono, format ini dihasilkan oleh the Commodore Amiga computer, format ini juga dapat dikompres menjadi 4-bit Fibonacci delta encoded format.

  • Apple AIFF (.AIF, .SND)

Format audio ini adalah format audio standar milik Apple Computer. Format audio ini mendukung fasilitas mono atau stereo.

  • Dialogic ADPCM (.VOX)

Format Dialogic ADPCM ini biasanya ditemui pada aplikasi telepon. Format ini hanya dapat menyimpan audio mono16-bit, dan seperti format ADPCM lainnya file ini dapat dikompres hingga 4-bit.

  • Diamond Ware Digitized (.DWD)

Format audio yang digunakan oleh perangkat Diamond Ware’s Sound, biasanya format ini digunakan oleh para programmer untuk menghasilkan audio interaktif yang diaplikasikan pada game dan multimedia. Format ini juga medukung baik mono maupun stereo.

  • Next/Sun (.AU, .SND)

Next/Sun adalah format audio standar yang ditemukan pada NeXT dan Sun Computer.

  • Real Media (.RM)

Format audio ini biasanya dapat ditemukan pada jaringan internet.

  • Sound Blaster (.VOC)

Format audio file dari Sound Blaster dan format file suara dari Sound Blaster Pro. Format ini hanya mendukung 8-bit audio mono hingga 44.1 KHz, dan stereo hingga 22 KHz.

  • PCM Raw Data (.PCM)

PCM (Pulse Code Modulation) adalah format audio yang sangat sederhana. Format ini adalah format file standar yang belum dikompres seperti halnya file .WAV pada Windows atau AIFF pada Apple.

Komentar
Share this Post