Karakter pada animasi 3 dimensi

Jihan Ekaaa/ September 26, 2018/ Animasi

Animasi berasal dari bahasa latin yaitu “anima” yang berarti jiwa, hidup, semangat. Sedangkan karakter adalah orang, hewan maupun objek nyata lainnya yang dituangkan dalam bentuk gambar 2D maupun 3D. sehingga karakter animasi secara dapat diartikan sebagai gambar yang memuat objek yang seolah-olah hidup, disebabkan oleh kumpulan gambar itu berubah beraturan dan bergantian ditampilkan. Objek dalam gambar bisa berupa tulisan, bentuk benda, warna dan spesial efek.

Karakter animasi yaitu :

a. Animasi 2D (2 Dimensi)

source : www.google.com


Animasi 2D biasa juga disebut dengan film kartun. Kartun sendiri berasal dari kata Cartoon, yang artinya gambar yang lucu. Dan film kartun itu kebanyakan film yang lucu. Contohnya banyak sekali, baik yang di TV maupun di Bioskop. Misalnya: Shincan, Looney Tunes, Pink Panther, Tom and Jerry, Scooby doo, dan masih banyak lagi. Meski yang populer kebanyakan film Disney, namun bukan Walt Disney sebagai bapak animasi kartun. 

b. Animasi 3D (3 Dimensi)

source : www.google.com


Perkembangan teknologi dan komputer membuat teknik pembuatan animasi 3D semakin berkembang dan maju pesat. Animasi 3D adalah pengembangan dari animasi 2D. Dengan animasi 3D, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya. Semenjak Toy Story buatan Disney (Pixar Studio), maka berlomba¬lombalah studio film dunia memproduksi film sejenis. Bermunculanlah, Bugs Life, AntZ, Dinosaurs, Final Fantasy, Toy Story 2, Monster Inc., hingga Finding Nemo, The Incredible, Shark Tale. Cars, Valian. Kesemuanya itu biasa juga disebut dengan animasi 3D atau CGI (Computer Generated Imagery).

c. Stop Motion Animation

source : www.google.com


Animasi ini juga dikenali sebagai claymation kerana animasi ini menggunakan clay (tanah liat) sebagai objek yang di gerakkan.
Teknik ini pertama kali di perkenalkan oleh Stuart Blakton pada tahun 1906.
Teknik ini seringkali digunakan dalam menghasilkan visual effect bagi film-film era tahun 50an dan 60an. Film Animasi Clay Pertama dirilis bulan Februari 1908 berjudul, A Sculptors Welsh Rarebit Nightmare. Untuk beberapa waktu yang lalu juga, beredar film clay yang berjudul Chicken Run..
Jenis ini yang paling jarang kita dengar dan temukan diantara jenis lainnya. Meski namanya clay (tanah liat), yang dipakai bukanlah tanah liat biasa. Animasi ini memakai plasticin, bahan lentur seperti permen karet yang ditemukan pada tahun 1897. Tokoh-tokoh dalam animasi Clay dibuat dengan memakai rangka khusus untuk kerangka tubuhnya, lalu kerangka tersebut ditutup dengan plasficine sesuai bentuk tokoh yang ingin dibuat. Bagian-bagian tubuh kerangka ini, seperti kepala, tangan, kaki, disa dilepas dan dipasang lagi. Setelah tokoh-tokohnya siap, lalu difoto gerakan per gerakan. Foto-foto tersebut lalu digabung menjadi gambar yang bisa bergerak seperti yang kita tonton di film. Animasi ini agak sukar untuk dihasilkan dan memerlukan kos yang tinggi.

d. Animasi Jepang (Anime)

source : www.google.com


Anime, itulah sebutan tersendiri untuk film animasi di Jepang, Jepang pun tak kalah soal animasi dibanding dengan buatan eropa. Anime mempunyai karakter yang berbeda dibandingkan dengan animasi buatan eropa. Salah satu film yang terkenal adalah Final Fantasy Advent Children dan Jepang sudah banyak memproduksi anime. Berbeda dengan animasi Amerika, anime Jepang tidak semua diperuntukkan untuk anak-anak, bahkan ada yang khusus dewasa

Langkah-langkah pembuatan karakter 3 dimensi:
• Desain Karakter, pikirkan dahulu karakter animasi apa yang akan kita buat. Tetapi dalam pemikiran karakternya jangan sampai dalam menggerakkan dan menghidupkan karakter tersebut mengalami kesulitan.

• Membuat sketsa untuk referensi, jika sudah yakin dengan desain karakternya, kita membuat sketsa untuk skala dan proporsi dari berbagai angle. Agar karakter yang akan kita buat nanti tetap terjaga dan sesuai dengan rancangan. 

• Membuat model, dengan menggunakan software 3 dimensi, kita mulai membuat model dari karakter yang telah kita buat sketsanya. Software yang dapat membuat animasi karakter 3 dimensi, diantaranya 3ds max, blender, DAZ Studio, PhotoScape Portable, Anim8or 0.95 b, Motion Studio, OpenFX, dsb.

Ada beberapa teknik pembuatan model, yaitu Teknik Polygonal, NURBS (Non Uniform Rational B-Spline), Teknik Sculpting, Teknik Compound Modeling, dan Teknik Spline Modeling.

  •  Teknik polygonal adalah teknik yang digunakan apabila model karakter yang akan kita buat agak kaku dan berbidang-bidang dengan lekukkan-lekukan yang keras, dengan teknik polygonal kita memakai objek-objek geometri dasar yang kemudian dikembangkan menjadi objek yang lebih kompleks. 
  •  Teknik NURBS digunakan apabila model karakter yang akan kita buat rapi, simetris, dan halus, dengan menggunakan teknik NURBS kita memakai garis-garis yang dibuat seperti rangka model yang kita inginkan kemudian diberi surface (bentuk permukaan).
  •  Teknik sculpting digunakan apabila model karakter yang akan kita buat bertekstur kompleks.
  •  Teknik Compound Modeling adalah teknik membuat model dengan mengkombinasikan (menggabungkan, memotong, atau mengambil perpotongan) antar bentuk objek-objek geometri.
  •  Teknik Spline modeling adalah teknik membuat model dengan membuat bentuk objek 2 dimensinya terlebih dahulu yang kemudian “ditransfer” menjadi bentuk 3 dimensinya dengan memberikan ketebalan pada objek 2 dimensi tersebut.

Salah satu software yang digunakan untuk membuat animasi 3 dimensi adalah 3ds max. 3ds max memiliki beberapa keunggulan dan feature diantaranya adalah :

1. Feature untuk membuat model organik dan unorganik

Model organik berupa karakter model makhluk hidup nyata dan model makhluk hidup tidak nyata (khayalan). Karakter model makhluk hidup nyata seperti manusia dan hewan. Karakter makhluk hidup tidak nyata (khayalan) seperti monster peri, dll. Untuk membuat model organik, 3ds max menggunakan teknik polygonal dan teknik NURBS.

Model unorganik berupa objek-objek benda mati, seperti mesin, bangunan, mobil, sepeda motor, furniture, dll. Model unorganik umumnya dibuat dengan menggunakan teknik Compound modeling dan teknik Spline modeling (dapat juga dengan menggunakan teknik Polygonal modeling).

2. Feature untuk memberikan rangka pada objek 3d yang telah kita buat, sehingga karakter 3d tersebut dapat bergerak layaknya manusia. Ada 2 teknik yang dapat dilakukan yaitu dengan teknik Bone dan teknik biped.

3. Feature membuat texture real dan texture kartun

Feature yang digunakan untuk membuat Texture real adalah material standard. Feature yang digunakan untuk membuat texture kartun adalah material Ink’npaint.

4. Feature Effect dan Environment Effect

Feature membuat efek-efek api, asap (fire effect), kabut (fog), pendar cahaya (volume light), dll.

5. Efek Motion Blur dan Depth of Field (dof)

Efek Motion Blur adalah efek bagaimana kita atau mata/lensa kamera menangkap gambar objek yang bergerak yang memperlihatkan bias (blur) pergerakannya.

Depth of Field (dof) adalah efek bagaimana bila mata kita atau mata/lensa kamera fokus melihat satu objek, maka objek-objek disekitarnya pasti akan menjadi tidak focus (blur).

Pemberian efek-efek ini tentu akan memberikan kesan yang semakin tampak realistik.

6. Feature untuk membuat efek-efek sinar atau cahaya

7. Feature Hair dan Fur

8. Feature Cloth Simulation

Dengan feature ini kita dapat membuat kain atau baju dengan lebih natural dan realistik, menyerupai dengan sifat baju/kain seperti dalam kondisi real/nyata.

9. Feature Meta Particle dan BlobMesh

Feature ini digunakan untuk membuat objek-objek liquid/cairan. Banyak diaplikasikan untuk membuat sungai, laut, kolam, dll. Objek liquid memerlukan tingkat kekompleksan yang sangat khusus, sehingga objek ini sangat berat “dibaca” oleh komputer, apalagi bila tingkat akurasi liquidnya tinggi.

10. Feature Global Illumination

Feature untuk membuat cahaya yang realistik. Cahaya yang realistik adalah cahaya yang memantul dan menyebar kesegala arah, sesuai dengan arah pantulan objeknya.

11. Feature untuk membuat Animasi dynamics

Banyak diaplikasikan untuk membuat animasi objek-objek yang saling bertubrukan/tabrakan, berebenturan, pecah, dll. Tidak hanya dapat diterapkan untuk objek solid/keras (rigid), tetapi juga dapat diterapkan untuk benda-benda lunak, kain, tali, dll.



daftar pustaka:

blognyaclara.blogspot.com

https://danymochtars.wordpress.com

https://karyagian.blogspot.com

Komentar
Share this Post