Kreasi Efek Audio menggunakan Adobe Audition CS6 Adobe Audition CS6

Sherrylia Guzmafany Kusumawardhani/ Juli 2, 2018/ Audio

Haii guys! Kali ini kita akan membahas software editing file audio yaitu Adobe Audition CS6. Software ini cukup populer di kalangan editor, hasil audio-nya pun memuaskan. Sebelum membahas cara mengedit file audio di Adobe Audition CS6, kali ini kita mengenal dulu tentang Adobe Audition.

  1. PENGENALAN ADOBE AUDITION

Software editing audio yang dikeluarkan oleh Adobe untuk menggantikan Cool Edit Pro. Adobe Audition dirilis pada tahun 2003 bulan Agustus, versi pertama yang dirilis adalah Adobe Audition 1.5. Tampilan, interface, dan menu dari Adobe Audition 1.5 mirip Cool Edit Pro.

Gambar 1.1 Tampilan Waveform Cool Edit Pro

Gambar 1.2 Tampilan Waveform Adobe Audition 1.5

Dari segi tampilan memang tidak jauh berbeda antara Cool Edit Pro dengan Adobe Audition 1.5. Perbedaannya pada menu efek suara, Adobe Audition mempunyai efek suara yang lebih banyak daripada Cool Edit Pro. Kedua software ini sama-sama memiliki tampilan multitrack session.

Gambar 1.3 Tampilan Multitrack Cool Edit Pro

Gambar 1.4 Tampilan Multitrack Adobe Audition 1.5

Kedua software ini hanya memiliki tiga pengaturan equalizer yaitu low, mid, dan high. Tiga pengaturan equalizer ini menyebabkan kualitas suara yang di dapat tidak sebagus Adobe Audition CS6 yang memiliki 30 pengaturan equlizer.

  • Keunggulan Adobe Audition CS6
  1. Setiap channel mixer dilengkapi dengan level audio meter, untuk memantau level suara.
  2. Grafik equalizer terdiri dari 30 slide band sehingga hasil pengeditan suara lebih maksimal.
  3. Adanya efek dynamics processing untuk menyaring dan membatasi level audio yang terlalu besar.
  • Fitur Waveform dan Multitrack

Fitur Wavefrom adalah fitur yang digunakan untuk mengedit suara tunggal. Fitur ini dapat membuat proses editing audio dilakukan secara teliti, karena hanya mengedit satu track / audio saja.

Gambar 1.5 Tampilan Waveform Adobe Audition CS6

Fitur Multitrack adalah fitur yang digunakan untuk mengedit file audio secara massal. Setiap file audio dapat ditempatkan pada beberapa channel yang disediakan dan dapat diedit satu per satu.

Gambar 1.6 Tampilan Multitrack Adobe Audition CS6

  1. MENGOLAH FILE AUDIO TUNGGAL

A. Input file audio

  1. Buka software Adobe Audition – klik ikon Waveform di pojok kiri atas – beri nama file audio – lalu klik menu File, pilih Open File yang telah dimasukkan akan tampil di layar.
  2. Klik File, pilih Import – lalu pilih file ( CTRL + I ).

B. Menambah Gain Audio

Adalah langkah yang dilakukan jika file audio mempunyai level yang terlalu kecil. Selain itu bisa untuk menurunkan gain audio, Gain audio diturunkan jika level audio terlalu tinggi melawati batas -3 dB (desible). 

Gambar 1.7 Tampilan Menambah Gain Audio Adobe Audition CS6

Langkah:

  1. Buka halaman Adobe Audition bagian Waveform Editor
  2. Pilih file audio yang ingin dinaikkan gain-nya
  3. Blok bagian audio yang akan dinaikkan gain-nya
  4. Klik tombol volume, setelah itu tarik ke kanan untuk menambah gain
  5. Cara membuat gain audio dari kecil menjadi besar, menggunakan fade in di menu Favorites
  6. Sebaliknya, untuk membuat gain audio menurun dari level tinggi ke level rendah, menggunakan fade out di menu Favorites.

C. Memotong file audio

Ketika melakukan recording, ada beberapa suara yang tidak diinginkan masuk ke dalam rekaman. Sehingga harus memotong suara tersebut.

Langkah :

  1. Buka halaman Adobe Audition bagian Waveform Editor
  2. Pilih file audio yang ingin diedit
  3. Blok bagian audio yang akan diedit, lalu klik kanan pilih delete. 

Gambar 1.8 Tampilan Memotong Audio Adobe Audition CS6

  1. MENGOLAH BEBERAPA FILE AUDIO 

A. Mengubah tampilan Workspace

Workspace merupakan susunan menu-menu pada Adobe Audition yang disusun berdasarkan kebutuhan. Pilihan workspace yang disediakan adalah Classic, Default, Edit Audio to Video, Mastering and Analysis, Maximum Editing, dan Radio Production.

1. Workspace Default adalah tampilan Adobe Audition yang di desain supaya pengguna merasa lebih mudah dalam pemakaian-nya.

Gambar 1.9 Tampilan Workspace Default Adobe Audition CS6

Kelemahan workspace ini, ketika menggunakan Mixer tidak akan dijumpai pengaturan transport seperti ikon Record, Pause, dan Stop.

2. Workspace Classic, keunggulan tampilan ini tool untuk record yang disediakan relatif lebih lengkap seperti Transport, Time, Zoom, dan Selection View.

Gambar 1.10 Tampilan Workspace Classic Adobe Audition CS6

Keunggulan tampilan ini pada bagian Mixer disediakan tool seperti pada bagian editor yang memudahkan ketika melakukan proses recording.

3. Workspace Mastering and Analysis, di desain dan ditujukan bagi kategori profesional. Ciri khas dari tampilan ini adalah Frequency Analysis dan phase meter, sehingga editor dapat menganalisis dan mengetahui kualitas suara yang dihasilkan.

Gambar 1.11 Tampilan Workspace Mastering and Analysis Adobe Audition CS6

Salah satu kelemahan dari tampilan Mastering and Analysis adalah kurang lebarnya tempat editor dan mixer, sehingga kesulitan ketika akan memotong atau menyusun track lagu ke dalam editor.

4. Workspace Radio Production dibuat dan ditujukan bagi editor audio yang bergerak di stasiun radio. Tool yang disediakan relatif lengkap untuk mengedit jinggle dan membuat iklan radio. Tool yang disediakan seperti Music Properties, Markers, Basic Setting, dan Playlist yang cocok untuk editing maupun produksi iklan pada stasiun radio.

Gambar 1.12 Tampilan Workspace Radio Production Adobe Audition CS6

Keunggulan dari tampilan Radio Production adalah ruang editor dan mixer yang relatif luas, sehingga dapat leluasa menyusun file maupun memotong file audio. Namun, memiliki beberapa kelemahan, diantaranya tidak ditampilkannya Frequency Analysis dan Phase meter, sehingga editor harus menampilkan menu tersebut sendiri.

5. Workspace Edit Audio to Video. Memiliki desain hampir sama dengan workspace default. Perbedaannya terletak pada menu video yang ada dibagian kiri atas. Tampilan dari mixer pada workspace ini tidak jauh berbeda dari tampilan mixer pada workspace default.

Gambar 1.13 Tampilan Workspace Edit Audio to Video Adobe Audition CS6

6. Workspace Maximum Editing. Keunggulan dari workspace ini adalah editor dan mixer terbagi menjadi dua bagian, sehingga editor dapat mengedit sekaligus menggunakan mixer dalam waktu yang bersamaan.

                    Gambar 1.14 Workspace Maximum Editing Adobe Audition CS6

  1. MELAKUKAN TRACK RECORD UNTUK INPUT FILE AUDIO

A. Perangkat Rekaman Audio

1. Mixer Audio berfungsi untuk mencampur suara yang masuk, baik melalui microphone maupun melalui Line in. Mixer audio dapat difungsikan untuk berbagai keperluan, seperti rekaman, call center, dan sebagainya. Mixer audio terbagi menjadi 2 yaitu Mixer Audio Analog dan Mixer Audio Digital.

     

Gambar 1.15 Mixer Audio Analog                              Gambar 1.16 Mixer Audio Digital

2. Microphone adalah alat yang digunakan untuk mengubah sinyal suara menjadi gelombang listrik. Digunakan untuk peralatan telekomunikasi seperti handphone, handy talky, alat perekam, serta membantu dalam proses siaran TV dan Radio.

Gambar 1.17 Microphone

3. Audio Prosessor adalah perangkat yang digunakan untuk mengolah suara. Perangkat ini membuat suara yang kurang jelas menjadi lebih jelas.

Gambar 1.18 Audio Prosessor.

4. Kabel dan Konektor berfungsi untuk menghubungkan perangkat satu dengan perangkat lain. Apabila konektor yang digunakan tidak sesuai, maka semua peralatan tidak akan terhubung.

Gambar 1.19 Kabel dan Konektor

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Wahana Komputer. 2009. Panduan Praktis: Sound Editing dengan Adobe Audition 3.0. Andi Offset : Yogyakarta
  2. Help Adobe Audition CS6
  3. https://helpx.adobe.com/audition/topics.html
  4. http://www.audioarchive.org/podcasting_tutorial/adobe-audition-tutorial.html
  5. http://blog.infiniteskills.com/category/media-design/adobe-audition-cs6/
Komentar