Lebih dekat dengan tipografi

nur gita iga mawardani/ Juli 1, 2018/ Tipografi

Apa kabar semuanya, semoga baik–baik yaa, oh iya pada kesempatan ini kita akan  belajar lebih dekat dengan tipografi, udah pada siap belum? Yuk langsung saja. Sebelumnya apakah kalian sudah pernah mendengar istilah tipografi? Jika kalian ingin belajar desain grafis, wajib mengetahui istilah ini karena akan sangat membantu dalam mengerjakan sebuah pekerjaan desain. Nah artikel berikut ini akan menjelaskan apa itu tipografi serta hal-hal apa saja yang kira-kira melibatkan tipografi.

Perlu kita ketahui bahasa tulis merupakan salah satu bentuk sarana komunikasi yang dekat dengan manusia hingga saat ini. Bahasa tulis ini dapat berbentuk kata, kalimat, maupun paragraf. Mereka dibentuk dari satuan terkecil bahasa tulis yaitu huruf. Lalu tipografi sendiri itu apa sih? Tipografi adalah ilmu yang mempelajari ilmu sebagai bagian dari seni sendiri. Ilmu ini mempelajari bagaimana penggunaan huruf, seperti bentuk huruf, ukuran, jarak antar huruf, jarak antar kalimat dan lain sebagainya.

Mengenal anatomi dan bentuk huruf merupakan langkah awal kita untuk lebih memahami tipografi. Sama seperti ketika akan memahami suatu bentuk atau objek, kita juga perlu memahami tiap sisi bagian bagiannya. Bagian–bagian inilah yang kemudian membedakan satu huruf dengan huruf lainnya, kita bisa membedakan, misalnya huruf M, N, O, dan Z, dengan mengenal bagian-bagian huruf ini. Dengan memahami bagian-bagian huruf ini dengan baik, kita akan terbantu dalam memahami karakteristik huruf tersebut.

               Gambar 1.1: Anatomi huruf

Secara umum anatomi huruf dibagi dalam beberapa bagian, seperti baseline, capline, meanline, x-height, ascender, dan descender. Apa kalian sudah paham mengenai pengertian dari masing-masing bagian dari anatomi huruf ini? kalau belum paham yuk kita bahas satu per satu.

  • Baseline merupakan garis semu yang menjadi batas bawah dari setiap huruf kapital.
  • Sebaliknya, capline merupakan garis semu yang menjadi batas atas dari setiap huruf kapital. Sedangkan huruf kecil sendiri bagian atasnya dibatasi dengan
  • X-height merupakan ketinggian antara baseline dan Dengan kata lain dapat kita katakan sebagai tinggi dari badan huruf kecil itu sendiri. Disebut X-height karena menggunakan huruf x sebagai acuannya.
  • Sedangkan Ascender merupakan bagian dari huruf kecil yang berada diatas
  • Untuk descender sendiri merupakan bagian dari huruf kecil yang berada dibawah

Dari pemaparan tersebut diatas perlu kita ketahui pula bahwa setiap huruf, baik kapital maupun kecil, mereka mempunyai batang pokok yang disebut stem dan garis penutup yang disebut terminal.

             Gambar 1.3: stem dan terminal

              Huruf juga dibagi menjadi 2 jenis, serif dan sans serif (tanpa serif). Huruf serif cocok digunakan untuk bagian isi tulisan, karena apa? karena keberadaan serif akan membantu mata kita agar tidak mudah lelah saat membaca tulisan dalam jumlah banyak dan berukuran kecil. Secara umum huruf juga terdiri dari beberapa garis (stroke). Garis ini dibedakan menjadi 2, garis dasar (basic stroke) dan garis sekunder (secondary stroke).

Dari sudut geometri dasar struktur huruf dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok, yaitu kelompok garis tegak datar, tegak miring, tegak lengkung, dan lengkung. Selain itu kita harus mengetahui ada 3 kelompok ruang, yaitu ruang negatif bersudut lengkung, bersudut segi empat, dan bersudut segitiga.

Gambar 1.4: Ruang negatif huruf

Dalam menggunakan ilmu tipografi, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Hal ini merupakan sesuatu yang penting dan mendasar untuk dimengerti. Prinsip – prinsip seperti sintaksis, persepsi visual, focal point, grid systems dan alignment akan membantu efektifitas dan efisiensi. Nah apa kalian sudah paham tentang semua itu ? kalau belum mari kita bahas bersama – sama yuk.

  1. Sintaksis

Sintaksis merupakan penyusunan elemen–elemen dalam tipografi kedalam sebuah kesatuan. Seperti elemen huruf, kata, garis, kolom, jarak antar kata, dan lain sebagainya.

  1. Persepsi visual

Perlu kita ketahui bahwa persepsi visual berperan penting dalam menuntun mata untuk mengikuti pola visual yang ada. Persepsi visual ini dapat diatur dengan bentuk, warna, ukuran, dan pengelompokan objek dalam satu sisi tertetu.

3. Focal point

Gambar 1.5: focal point

Focal point atau penekanan merupakan titik penting yang menjadi pusat perhatian ketika melihat dalam suatu rancangan grafis. Focal point berperan sebagai penarik perhatian serta penekanan informasi yang penting.

4. Grid systems

Gambar 1.6: Grid system

Merupakan penataan elemen visual kedalam suatu komposisi. Komposisi disini berfungsi sebagai keseimbangan penataan elemen visual serta unsur estetika dan untuk menghindari terjadinya pengulangan informasi serta pesan yang disampaikan menjadi lebih efektif.

6. Alignment

Alignment merupakan pengaturan baris agar terlihat lebih tertata rapi dan mudah dibaca. Ada beberapa pengaturan baris yang digunakan, yaitu rata kiri (flush left), rata kanan (flush right), rata tengah (centered), rata kanan kiri (justified), dan secara random.

Setelah kita bersama–sama mengenal apa itu tipografi, nah sekarang waktunya kita untuk bersama-sama belajar tentang seperti apa sajakah penerapan tipografi dalam desain. Yuk langsung saja!!.

 A. Huruf sebagai element desain

  Gambar 1.7: titik, garis dan bentuk

 

Ada 3 sifat tipografi menurut Leslie Becker, yaitu sebagai teks, penyampaian pesan, dan gambar. Pada perkembangannya, tipografi berfungsi tidak hanya sebatas pada teks saja. Tipografi berkembang menjadi salah satu elemen desain yang berkembang menjadi infografik, gambar, produk, animasi, dan lain-lain.

Sama seperti pada desain, dimana bentuk objek terbentuk dari garis dan garis terbentuk dari point atau titik, huruf dalam tipografi dapat digunakan dengan prinsip yang sama. Hal ini sering kita jumpai pada pada tipografi digital.

Pada tingkatan berikutnya, tidak hanya garis, huruf-huruf tersebut pun dapat disusun sehingga membentuk objek-objek tertentu. lebih jauh lagi, kita dapat menyusun huruf-huruf tersebut menjadi bentuk sebuah gambar, tidak hanya bentuk saja. Dari lebar dan tinggi huruf serta ketebalan huruf kita dapat membentuk seperti layaknya gelap terang pada suatu gambar.

                    Gambar 1.8: Huruf sebagai bentuk

Gambar 1.9: Huruf sebagai bentuk

 

Gambar 1.10: Huruf sebagai bentuk

 

Gambar 1.11: Huruf sebagai bentuk

 

Gambar 1.12: Huruf sebagai bentuk

 

Gambar 1.13: Huruf sebagai bentuk

Gambar 1.14: Huruf sebagai bentuk

 

B. Benda sebagai huruf

Jenis-jenis huruf tidak hanya terbuat dari bentuk-bentuk dasar saja, tetapi bisa juga terbenuk dari benda-benda disekitar kita. Semua itu tergantung pada dari kreativitas kita serta kepekaan kita saja untuk melihat bagimana benda-benda tersebut kita olah menjadi sebuah huruf

Gambar 1.15: Gambar sebagai huruf

 

C.  Bauran antara huruf dan gambar

Kita dapat menggabungkan huruf dan gambar membentuk sebuah objek baru tanpa menghilangkan esensi dari bentuk, huruf, maupun gambar tersebut. Tidak ada batasan dalam hal ini, sering kali kita mengkombinasi huruf dan gambar menghasilkan suatu bentuk unuk dan tidak terduga sebelumnya. Bauran antara huruf dan gambar bisa kita jumpai pada logo.

Gambar 1.16: Bauran antara huruf dan gambar

 

D. Huruf dan muatan budaya

Huruf dan muatan budaya merupakan suatu kombinasi yang unik. Di satu sisi, huruf tesebut berfungsi sebagai pembentuk pesan, tetapi disisi lain huruf tersebut juga bermuatan budaya. Muatan budaya nampak dalam bentuk-bentuk huruf tersebut tanpa menghilangkan esensi bentuknya.

Gambar 1.17: Bauran antara huruf dan gambar

 

Bagaimana mudah bukan kalau kita ingin berkreasi dengan tipografi? Yup, kita hanya perlu mengasah kreativitas kita saja. Kita juga sudah belajar tentang bagian-bagian huruf, tipografi dalam desain dan masih banyak lagi. Semoga artikel ini bermanfaat, dan teruslah belajar jangan mudah menyerah ok! Terima kasih banyak.

 

 

 

Komentar
Share this Post