Mengenal Kamera Digital Mengenal Kamera Digital

Annisa Damayanti/ Februari 23, 2018/ Fotografi, Hardware

MENGENAL KAMERA DIGITAL

Tentunya, anda sudah tau tentang bentuk kamera digital, bukan ?

Dalam catatan wikipedia, kamera diartikan sebagai alat yang paling populer dalam aktivitas fotografi. Ditinjau dari segi bahasa, kata aau sebutan “kamera” berasal dari bahasa Latin, yakni camera obscura yang berarti “ruang gelap”. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu piranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran jika terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kamera adalah alat untuk mengambil gambar atau foto atau suatu objek (bisa berupa manusia, benda, hewan dan lain-lain).

Berikut adalah beberapa komponen pokok yang dimiliki oleh kamera digital khususnya DSLR. DI antaranya adalah sebgai berikut :

1. Aperture
Aperture adalah bukaan lensa kamera yang menjadi jalan masuk cahaya. Jika bukaan besar maka akan ada banyak cahaya yang masuk ke dalam kamera dibandingkan dengan bukaan kecil. Selain itu, bukaan juga digunkan untuk mengendalikan ruang tajam (depth of field).
Hal yang membingungkan adalah penamaan dalam setting bukaan (karena angka terbalik dengan besarnya bukaan). Bukaan disimbolkan dengan huruf “f” pada lamera. Angka kecil berarti bukaan besar dan sebaliknya angka besar berarti bukaan kecil. Misalnya : f/1; f/2,4; f/2; f/4; f/5; dn seterusnya.

Dengan dmikian setiap lensa memiliki bukaan minimum dan maksimum. Angka yang tertera pada lensa, seperti f/3,5-5,6, berarti maksimum bukaan bervariasi, mulai dari f/3,5, smapai f/5,6, yang tergantung pada jarak fokus/zoom lensa ang digunakan.

2. Sensor
Sensor merupakan salah satu komponen yang penting dan sangat mempengaruhi kualitas gambar sensor inilah yang bertugas menangkap cahaya dari lensa sehingga bisa menghasilkan gambar.

Adapun yang perlu diperhatikan adalah ukuran sensor dan kualitas sensornya. Dengan demikian yang bisa digumakan patokan hanyalah ukuran sensornya. Semakin besar sensornya maka semakin bagus kualitas gambarnya.

3. Shutter speed
Di depan sensor kamera terdapat “jendela” yang disebut shutter, yang berfungsi mencegah cahaya masuk ke dalam sensor sebelum tombol kamera (tombol shutter) ditekan.
Ketika pemngambilan gambar, pada saat tombol shutter ditekan “jendela” ini akan membuka dalam kurun waktu tertentu, lalu menutup lagi. Kecepatan ”jendela” membuka dan menutup akan menentukan seberapa lamanya sensor terkena cahaya. Itulanh yang disbut shutter speed.

“shutter speed atau yang disebut juga kecepatan rana adalah durasi kamera membuka sensor untuk menyerap cahaya.”

Satuan shutter speed adalah detik. Misalnya, 1 detik, ½ detik, 1/60 detik, dan seterusnya. Variasi nilai shutter speed ini diatur dari badan kamera.
Biasanya pada layar kamera digital, jika ada angka 200, itu berarti 1/200 detik. Sementara itu, bila ada tanda petik dua di atas angka, seperti 2”, ini bermakna detik.

“shutter speed yang cepat dapat menangkap/ membekukan objek yang bergerak dengan jelas pada saat dipotet. Sedangkan shutter speed yang lama bisa menangkap kesan gerakan (motion) objek kontinu”

Semakin cepat shutter speed nya, maka cahaya yang masuk juga hanya sebentar sehingga hasil foto semakin gelap. Sebaliknya, semakin lambat shutter speed nya, maka cahaya yang masuk semakin lama sehingga hasil foto semkain terang.

4. Megapixel
Megapixel juga turut mempengaruhi kualitas foto. Semakin besar megapiksel suatu kamera, semakin bagus kualitas gambarnya. Tetapi, pentig sekali untuk diingat bahwa

“ semakin tinggi megapikselnya, jika tidak disertai dengan perubahan ukuran sernsor, maka perbubahanarsitektur kamera, atau perubahan kualitas lensa, maka kualitas gambar pada kamera justru lebih buruk “

Apa sih fungsi megapiksel itu ?
Masalahnya hanya pada “perbesaran”, semakin besar resolusi suatu kamera, maka dapat mencetak fotodengan ukuran yang lebih besar . Selain masalah perbesaran cetak, resolusi besar juga dapat berguna jika anda sering kali melakukan crop pada foto.

5. Image stabilizier
Tiap merek kamera menggunakan istilah ang berbeda beda untuk fitur ini. Ada image stabilizer, vibrate reduction, antishake, steady shot, optical image stabilizer (OIS). Namun pada intinya nama nama itu memiliki fungsi yan sama, yaitu menstabilkan guncangan tangan.
Dengan demikian stabilizer ini akan berguna dalam beberapa hal. Diantaranya sebgai berikut :
a. Tangan anda sulit untuk tidak bergerak ketika melakukan pengambilan foto.
b. Melakukan pemotretan dengan shutter speed yang rendah.
c. Melakukan foto dengan menggunakan lensa tele (jarak jauh).
d. Melukukan foto makro (jarak dekat).
Cara kerja fitur ini adalah menempatkan sensor pada lensa atau pada sensor. Sensor ini berfungsi mendeteksi gerakan lensa pada kamera.

6. ISO
ISO adalah ukuran sensitivitas sensor terhadap cahaya. Ukuran dimulai dari angka 50, 80, atau 100, yang akan berlipat ganda sampai 3.200 atau lebih besar dari itu. ISO dengan ukuran kecil berarti sensitivitas terhadap cahay rendah, sedangakan ISO dengan angka besar sebaliknya.
ISO dengan angka besar atau angka tinggi akan menurunkan kualitas gambar karena munculnya bintik bintik yang dinamakan noise. Foto akan terlihat berbintik bintik seperti pasir dan detail yang halus akan menghilang. Namun, dlam kondisi yang sulit, misalnya sedikit cahaya di dalam ruangan, ISO tinggi sering kali dibutuhkan.
Adapun tiga komponen utama yang menentukan dalam pencahayaan agar kualitas foto bagus, yakni aperture/bukaan, shutter speed, dan ISO.

Itulah 3 komponen utama yang menentukan gelap atau terangnya hasil sebuah foto.

7. Metering
Metering pada kamera berfungsi mengukur intensitas cahaya dan menentukan setting eksposur yang optimal. Biasanya ada beberapa mode metering di dalam kamera DSLR, yaitu matrix/evaluative, center weighted/partial, dan spot matering.
a. Evaluative/Matrix/Multizone Metering
Kegunaan dari mode jenis ini adalah mempertimbangkan, menghitung, dan merata ratakan intensitas cahaya dari seluruh pemandangan dari ujung ke ujung. Mode ini biasanya cukup akurat jika dipakai untuk memotret pemandangan yang intensitas cahayanya sama rata.
b. Spot Metering
Biasanya, spor metering digunakan saat pencahayaan kontras. Misalnya, ketika konser musik atau acara kesnian, yang menggunakan cahaya kontras, yang sering kali layar belakangnya jauh lebih gelap dari objek fotonya.
c. Center – Weighted dan Partial Metering
Pada mode ini, kamera mengonsentrasikan sebagian besar (15-60%) perhitungan cahaya di tengah pemandangan. Mode tersebut cocok jika sebagian dari pemandangan yang terlalu terang atau gelap dibandingkan dengan objek foto.
Itulah tiga mode metering yang biasa ada pada kamera DSLR.

8. Mode Kamera
Untuk membantu penggunaannya, hampir semua kamera DSLR menyediakan mode yang bisa membantu dalam mengatur pencahayaan.

a. Auto (Mode Otomatis)
Dengan mode auto, kamera akan mengukur cahaya, menginterpretasikan, kemudian mengatur setting aperture, shutter speed, dan ISO secara otomatis.
Ketika kamera merasa kondisi lingkungan kurang terang, maka kamera akan otomatis menyalakan lampu kilat/flash unuk mengatur kekuranagn tersebut.
b. P (Mode Program)
Sebagaimana mode pertama (auto), kamera akan menentukan setting aperture, shutter speed, dan ISO secara otomatis. Tetapi bedanya adalah anda bisa mengubah nilai bukaan atau shutter speed setelah itu, dan kamera aka mengatur secara otomatis perubahan settin tersebut.
c. A/Av (Aperture Priority)
Pada mode ini, anda menentukan besarnya bukaan lensa atau aperture, sedangakan kamera menentukan shutter speed (kecepatan) dan ISO yang sesuai. Selain itu bukaan (aperture) juga menenukan seberapa banyak cahaya yang akan masuk.
d. S/TV (Shutter Priority)
Pada mode ini, anda menentukan seberapa cepat shutter speed, sedangkan kamera menentukan bukaan dan ISO. Setting tersebut digunakan bila ingin mendapatkan efek beku atau efek gerak.
e. M (Manual Exposure)
Pada mode ini, menentukan setting aperture, shutter speed, dan ISO. Saat kondisi cahaya lingkungan konstan, misalnya ketika memotret pertandingan basket sekolah di dalam ruangan, atau cahaya lampu lampunya konstan, maka tinggal set saja bukaan, kecepatan, dan ISO sebelum pertandingan dimuali.

Demikianlah beberapa komponen penting pada kamera DSLR ( digital SLR ) yang perlu anda ketahui. Tentunya untuk memahami fungsi atau kegunaan dari komponen tersebut, anda harus banyak berlatih dan menggunakan kamera DSLR.

Daftar Pustaka

Tjin, Ench. 2011. Kamera DSLR Itu Mudah!. Jakarta:Bukune.

WORKS!, IT.2011. Bidik & Klik! Panduan Fotografi dengan Kamera DSLR untuk Pemula. Jakarta:Grasindo.

 

Komentar