Rendering pada aplikasi pengolah 3D

Maulana Firmansyah Aziz/ September 20, 2018/ Animasi/ 0 comments

Hai guys… selamat datang kembali di sumberbelajar.xyz

Kali ini kita akan masuk dalam materi Teknik animasi 3D … yang akan kita bahas saat ini adalah “ Rendering pada aplikasi pemodelan 3D

Simak baik – baik ya guys

ANIMASI 3D

Animasi 3D adalah penciptaan gambar bergerak dalam ruang digital 3 dimensi. Hal ini dilakukan dengan membuat frame yang mensimulasikan masing – masing gambar , difilmkan dengan kamera virtual dan output-nya berupa video yang sudah di render ( rendering ) . Nah sekarang apa sih rendering itu ?

Simak penjelasannya berikut …

PENGERTIAN 3D RENDERING

source : mapsystemsindia.com

Dalam istilah paling dasar, 3D rendering adalah representasi dua dimensi dari model wireframe komputer yang telah diberikan properti seperti tekstur, warna, dan material. Kalian melihat rendering 3D setiap hari, tetapi sebagian besar dari kalian mungkin bahkan tidak menyadarinya. Tentu saja, ada kegiatan yang jelas seperti menonton Toy Story , Minion , ataupun lainnya  dengan anak-anak (atau sendirian … maksud saya sendiri 😀 ). Tapi, kalian mungkin akan terkejut mengetahui bahwa sebagian besar iklan produk, setidaknya sampai taraf tertentu, dibuat melalui penggunaan visualisasi render 3D. Karya seni digital 3D ada di majalah kalian, di layar TV kalian, di sampul buku kalian, dan hampir di semua tempat di media cetak atau layar. Media telah dengan cepat menjadi bentuk seni dan ekspresi artistik yang paling banyak di mana-mana dan itu terjadi tanpa ada yang menyadarinya.

Rendering sebenarnya dimulai setelah proses modeling , animasi , texturing , pencahayaan , dengan parameter tertentu akan diterjemahkan dalam sebuah bentuk output ( tampilan akhir pada model dan animasi ). Rendering juga tidak hanya digunakan pada game programming saja , tetapi juga digunakan pada banyak bidang, misalnya arsitektur, simulator, film , spesial effect pada tayangan televisi, dan design visualization. Rendering pada bidang-bidang tersebut memiliki perbedaan, terutama pada fitur dan teknik rendering-nya. Terkadang rendering juga diintegrasikan dengan model yang lebih besar seperti paket animasi, tetapi terkadang berdiri sendiri dan juga bisa free open-source product. Rendering harus dilakukan secara cermat dan teliti. Oleh karena itu terkadang dilakukan pre rendering sebelum rendering dilaksanakan. Pre rendering sendiri ialah proses pengkomputeran secara intensif, biasanya digunakan untuk pembuatan film, menggunakan graphics card dan 3D hardware accelerator untuk penggunaan real time rendering.

Secara umum, proses untuk menghasilkan rendering dua dimensi dari objek-objek 3D melibatkan 5 komponen utama, yaitu geometri, kamera, cahaya, karakteristik permukaan dan algoritma rendering.

METODE RENDERING

RAY TRACING RENDERING

Ray tracing sebagai  sebuah metode  rendering pertama kali digunakan pada tahun 1980 untuk pembuatan gambar tiga dimensi. Ide dari metode rendering ini sendiri berasal dari percobaan Rene Descartes,  di mana ia menunjukkan pembentukan  pelangi  dengan  menggunakan  bola  kaca berisi air dan kemudian merunut kembali arah datangnya cahaya  dengan  memanfaatkan  teori  pemantulan  dan pembiasan cahaya yang telah ada saat itu.

Metode  rendering ini  diyakini  sebagai  salah  satu metode  yang  menghasilkan  gambar  bersifat  paling fotorealistik. Konsep dasar  dari  metode ini  adalah  merunut  proses yang  dialami  oleh  sebuah  cahaya  dalam perjalanannya dari  sumber  cahaya  hingga  layar  dan  memperkirakan warna  macam apa  yang  ditampilkan  pada  pixel  tempat jatuhnya  cahaya.  Proses  tersebut  akan  diulang  hingga seluruh pixel yang dibutuhkan terbentuk.

WIREFRAME RENDERING

Wireframe yaitu Objek 3D dideskripsikan sebagai objek tanpa permukaan. Pada wireframe rendering , sebuah objek dibentuk hanya terlihat garis-garis yang menggambarkan sisi-sisi edges dari sebuah objek. Metode ini dapat dilakukan oleh sebuah komputer dengan sangat cepat, hanya kelemahannya adalah tidak adanya permukaan, sehingga sebuah objek terlihat tranparent. Sehingga sering terjadi kesalahpahaman antara sisI depan dan sisi belakang dari sebuah objek.

HIDDEN LINE RENDERING

Metode ini menggunakan fakta bahwa dalam sebuah objek, terdapat permukaan yang tidak terlihat atau permukaan yang tertutup oleh permukaan lainnya. Dengan metode ini, sebuah objek masih direpresentasikan dengan garis-garis yang mewakili sisi dari objek, tapi beberapa garis tidak terlihat karena adanya permukaan yang menghalanginya.

Metode ini lebih lambat dari dari wireframe rendering, tapi masih dikatakan relatif cepat. Kelemahan metode ini adalah tidak terlihatnya karakteristik permukaan dari objek tersebut, seperti warna, kilauan (shininess), tekstur, pencahayaan, dll.

SHADED RENDERING

Pada metode ini, komputer diharuskan untuk melakukan berbagai perhitungan baik pencahayaan, karakteristik permukaan, shadow casting, dll. Metode ini menghasilkan citra yang sangat realistik, tetapi kelemahannya adalah lama waktu rendering yang dibutuhkan.

Contoh nyata dari rendering adalah dengan menggunakan software Blender, Vray (3DS Max) dan OpenGL. Satu trik khusus membuat kita dapat me-render seluruh film yang tengah kita buat dengan sangat cepat, yaitu render pranala. Bayangkan kita dapat segera menyaksikan karya kita, memeriksa kualitas animasi dan narasinya, tanpa perlu menunggu proses render yang terlalu lama. Render pranala memanfaatkan pustaka OpenGL yang menggambar seluruh antarmuka Blender termasuk viewport 3D ke layar, sehingga meski ia mengorbankan kualitas visual, jenis render ini dapat dilakukan dengan sangat cepat.

Contoh rendering dengan menggunakan OpenGL adalah render pranala. Render ini tidak dapat langsung dilakukan melalui baris perintah. Blender harus terlebih dahulu memiliki “ kanvas ” OpenGL, yang artinya proses render harus dimulai saat antarmuka grafis tersedia. Eksekusi perintah render dilakukan dengan injeksi perintah Python, dengan satu-satunya perbedaan adalah fungsi yang dipanggil. Bila render normal dipanggil dengan fungsi :

bpy.ops.render.render(animation=True),

 maka render OpenGL dipanggil dengan fungsi:

bpy.ops.render.opengl(animation=True, view_context=False)

Untuk me-render dengan menggunakan Vray (3DS Max), proses rendering dibagi ke dalam 3 tahapan, yaitu pertama untuk proses rendering RGBA (Red Green Blue Alpha) image, kedua untuk rendering Ambience Occlusion, dan ketiga untuk rendering shadow. Vray sampai saat ini telah mengeluarkan versi Cinema 4D.

PERANGKAT LUNAK RENDERING 3D

Software render 3D terurai menjadi pemodel dan perender.

Yang paling kuat dan kemudian yang paling sulit untuk menguasai pemodel 3D adalah Maya. Ini adalah perangkat lunak kompleks yang dibuat oleh Autodesk dan terutama digunakan oleh studio animasi dan pembuat video game sebagai tulang punggung bangunan dunia mereka. Maya sejauh ini memiliki set alat paling kuat, dan bahkan menggabungkan pemodelan berbasis fisika yang dibuat untuk pembuat film animasi yang mencoba menciptakan kembali sistem dunia nyata untuk adegan yang paling akurat dan dapat dipercaya.

Untuk arsitek dan desainer, Rhinoceros 3D mendominasi pasar. Ini menawarkan toolset yang berbeda dan lebih mudah didekati daripada Maya, tetapi masih memiliki cukup di bawah kap untuk memodelkan geometri dengan cepat dan tepat. Alternatif lain dari Rhino adalah SketchUp yang gratis untuk diunduh, didistribusikan oleh Google. Ini adalah pemodel 3D yang paling user-friendly di planet ini, dan dengan cepat mendapatkan uap di antara arsitek sebagai desain yang produktif dan alat komunikasi.

Sebagian besar program pemodelan disiapkan untuk berinteraksi dengan berbagai perender, VRAY yang paling populer dan kuat. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengatur adegan, gambar, atau animasi dengan cahaya ultra-realistis dan algoritma ‘hamburan bayangan’ yang secara sempurna menciptakan kembali kenyataan. Alternatif untuk VRAY termasuk Maxwell, Cinema 4D, atau program open-source Blender 3D.

Nah itu tadi sedikit penjelasan tentang 3d rendering selamat mencoba guys ….

Harapan penulis setelah kalian membaca dan mempelajari ini adalah kalian semua tetap menjadikan sumberbelajar.xyz sebagai refrensi tugas dan pengajaran kalian guys. Sehingga dengan begitu kami akan lebih semangat dalam menulis demi membantu kalian semua guys

Terima kasih guys … :))

Daftar Pustaka:

1 . https://www.easyrender.com/3d-rendering/3d-rendering-a-brief-explanation

2 . https://idseducation.com/articles/memahami-lebih-dalam-pengertian-animasi-3d/

3 . https://wenythepooh.wordpress.com/2011/02/22/proses-rendering-dan-animasi-serta-contoh-nyatanya/

Komentar
Share this Post

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.