RENDERING PADA APLIKASI PERMODELAN 3D

Agus Hariadi/ September 19, 2018/ Animasi, Videografi/ 0 comments

Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan cara Rendering Pada Aplikasi Permodelan 3D. Bagaimana caranya? Mari kita simak bersama.

Render adalah tahapan yang dilakukan oleh komputer untuk memproses hasil pekerjaan editing menjadi format file tertentu. Render dilaksanakan jika rancangan, edit dll, dan siap untuk dipublikasikan.

Import File dari AutoCad

Langkah-langkah awal yang perlu diperhatikan sebelum memasukkan file dwg (AutoCAD) ke dalam 3D’s Max adalah sebagai berikut :

Jika gambar dwg yang akan di-import di 3D’s Max berupa sebuah gambar yang kompleks, maka sederhanakan gambar yang memang diperlukan sebagai ‘pattern’ pembuatan bentuk 3 dimensi, dengan cara menghapus gambar-gambar lain yang tidak dibutuhkan. Hal ini dikarenakan semakin banyak jumlah garis, hatch, layer dan sebagainya, akan memperlambat proses modelling saat di 3D’s Max.

Setelah menghapus gambar-gambar yang tidak perlu, kemudian hapus semua hatch yang tidak diperlukan, hapus juga dimensi dan text yang ada. Setelah itu, explode semua objek dan jadikan 1 layer saja, kecuali Anda menghendaki mapping berdasarkan layer. Kemudian save dengan nama lain, misalnya “denah lobby 3D.dwg”

Di 3D’s Max, buka “file – import”, kemudian pada jendela yang ada, pilih lokasi file yang diinginkan (misalnya “denah lobby 3D.dwg). Biasanya setelah berada di lokasi file, file tidak terlihat. Hal ini dikarenakan default import file di 3DS adalah untuk file 3d studio mesh dengan extension .3ds bukan file autocad dengan extension .dwg. Untuk itu ubah dulu “File type”-nya ke “Legacy AutoCAD (*.DWG)

1

Source: arsitekthink.blogspot.com

Setelah diubah file type-nya maka pilih file yang dimaksud dan klik open. Selanjutnya akan keluar kotak dialog seperti ini :

2

Source: arsitekthink.blogspot.com

Pilih “Merge objects with current scene” dan klik ok. Terakhir akan muncul lagi kotak dialog seperti ini :

3

Source: arsitekthink.blogspot.com

Pada kelompok “Geometry Options”, matikan selection untuk “weld” dan “Cap closed entities”, selebihnya biarkan seperti itu dan klik ok.

 

Editing Material

Material akan sangat membantu untuk membentuk suatu tekstur dan warna yang tidak mungkin dilakukan dengan mengedit obyek tersebut secara manual contoh seperti detail pada benda yang sangat kecil, ada banyak jenis material pada 3D max, namun disini saya akan menunjukkan cara aplikasi material standart yang mempunyai fungsi memberi warna atau menempelkan foto pada permukaan benda tersebut, agar lebih mudah dimengerti dan tidak njlimet saya akan menggunakan contoh aplikasi material pada sebuah kotak, dan tutorial ini cocok buat anda yang baru belajar 3ds max.

Buat sebuah benda kotak dengan ukuran terserah, jika anda belum mengerti cara membuat kotak ikuti langkah saya pilih tab create » Geometry » lalu pada “object type” pilih box klik kiri mouse pada view perspektif dan tahan lalu drag secara horisontal untuk memasukkan nilai panjang dan lebarnya lalu lepas drag kemudian drag lagi untuk memasukkan nilai tingginya, ahirnya jadi degh sebuah box.

  • Langkah kedua setelah selesai membuat box buka material editor dengan mengeklik pada tombol atau pencet M pada keyboard anda. Selanjutnya klik pada tombol kotak disebelah diffuse lalu pada map browser pilih bitmap ( posisi paling atas ) kemudian cari foto yang ingin anda masukkan, pilih bitmap apapun yang ingin anda pakai, usahakan yang anda pilih adalah bitmap yang tidak di blur, setelah selesai klik icon Go To Parent
    pada contoh disamping saya menggunakan tekstur kayu sebagai bitmapnya, setelah bitmap tersebut masuk dalam material editor seperti contoh disamping, selanjutnya klik pada box hingga posisi terpilih lalu pencet icon Assign material to selection atau memasukkan material dengan cara klik ditengah preview material lalu drag ke box yang sudah anda buat tadi.
  • Sampai disini box yang anda buat tadi sudah mempunyai material foto pada permukaannya, namun tidak semua obyek yang diberi material langsung muncul pada viewport, seperti jika anda menggunakan 3Dmodel dari autocad yang diimport kedalam max tentu tidak akan muncul, terus bagaimana cara mengatasi jika tidak material tidak terlihat? untuk memastikan material tersebut sudah masuk atau belum coba anda render dengan memencet F9 pada keyboard anda, jika obyek cuman 1biji akan mudah mengingatnya, tetapi bagaimana jika anda ribuan obyek yang materialnya tidak terlihat? solusinya adalah modifikasi box tersebut dengan menambahkan UVW map caranya pilih modify » klik pada menu dropdown di modifier list » lalu pilih UVW map dan material foto anda akan terlihat pada viewport.

 

Mengatur Pencahayaan

Indirect Illumination adalah efek pencahayaan yang menghasilkan efek natural atau asli yang memberi kesan lebih nyata, karena cahaya yang mengenai setiap objek akan dipantulkan kembali. Sebenarnya banyak tekhnik pencahayaan dalam 3DS Max, namun secara umum yang pernah saya pelajari dibagi menjadi dua bagian yaitu pencahayaan secara tidak langsung atau lebih dikenal “Indirect Illumination” (yang akan saya bahas sekarang ), dan pecahayaan langsung atau satu arah atau nama kerennya “Direct Illumination“.


Tekhnik Indirect Illumination  adalah tekhnik pencahayaan yang sebenarnya terjadi di kenyataan, dimana cahaya mengenai permukaan suatu objek akan dipantulkan kembali oleh objek tersebut sehingga akan didapat pencahayaan yang merata dan menyebar keseluruh permukaan objek yang terkena pantulan cahaya tersebut.

Dalam 3D Max kita mampu membuat objek yang kita buat menjadi lebih nyata dengan rendering Skylight dengan tipe Advanced Lightning Light Tracer.


Yang pertama harus meyiapkan objek, misalnya saya memakai objek bola.

Setelah sobat menyiapkan objek yang akan kita beri efek pencahayaan, klik tab Create > Lights, kemudian pilih Skylight taruh saja disembarang tempat, karena poisi viewport tidak berpengaruh penyebaran cahayanya. Fungsi Skylight ini seperti matahari yang mempu menyinari seluruh isi alam semesta.

4

Source: arsitekthink.blogspot.com

 

Berikutnya buka tab Modify, maka disana akan terlihat Skylight Parameter, disini saya tidak mengharuskan sobat mengisi  jumlah dari bagian para meter tersebut, tetapi saya akan menjelaskan sedikit bagian penting dari Skylight Parameter.

 

  • On : untuk mematikan dan menghidupkan efek Sky Light
  • Multiplier : nilai kekuatan bias cahaya yang akan dikeluarkan, semakin tinggi nilai Multiplier maka semakin terang cahayanya dan juga akan semakin berat kinerja komputer sobat. Saran saya jika objek sobat sedikit lebih baik biarkan dalam keadaan default.
  • Use Scene Environment : adalah penggunaan efek cahaya dari environment yang dipakai, untuk menampilkan Environment tekan “8” atau cari menu Rendring > Environment.
  • Sky Color :  Warna cahaya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, caranya klik kotak yang ada disebelah Sky Color
  • .Cast Shadow : bayangan dari hasil hasil Sky Light
5

Source: arsitekthink.blogspot.com

Skylight Parameters

 
Untuk kali ini saya melakukan settingan seperti gambar Skylights Parameters diatas.
Setelah sobat mensetting parameternya sekarang pilih menu Rendering  > Render , kemudian klik tab Advance Lighting, klik  pilih Light Tracer, biarkan saja dalam keadaan default.

6

Source: arsitekthink.blogspot.com

Pilih Light Tracer

 

7

Source: arsitekthink.blogspot.com

Setting Default Light tracer

 

Kembali ke tab Common  di jendela Render Scene sobat bisa mengatur Output Sizenya menjadi lebih kecil, karena fitur Light Tracer kalkulasi waktunya cukup lama pada saat merender, jadi sobat harus sabar menunggu jika menggunakan ukuran yang besar. Untuk kasus ini saya hanya menggunakan ukuran Width 

:300 dan Height : 200 karena hanya untuk tampilan di blog, heheheh!!

 

8

Source:arsitekthink.blogspot.com

tab Common : Output Size.

 

Jika sudah klik Render yang ada di pojok kanan bawah

Hasil Rendering Interior Dan Eksterior

9

Source: arsitekthink.blogspot.com

Berikut contoh video cara merender 3D:

Daftar Pustaka:

Sumber: http://arsitekthink.blogspot.com/2015/04/rendering-dalam-3d-max.html

Video: https://www.youtube.com/watch?v=WmTqeSG2Sag&feature=youtu.be

Komentar
Share this Post

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.