Teknik Bluring

Della Meilinda/ September 26, 2018/ Fotografi

Salah satu cara paling efektif memberi kesan bergerak pada sebuah foto adalah dengan membiarkan subyek menjadi blur,untuk memotret subyek bergerak menjadi blur ,diperlukan kecepatan rana rendah. Kecepatan rana yang di butuhkan tetgantung pada beberapa faktor. Kecepatan subyek bergerak menjadi pertimbangan utama. Sebuah mobil yang kencang mungkin akan menjadi blur pada exsposure dengan kecepatan rana 1/500 detik sementara itu,pejalan kaki akan menjadi blur pada kecepatan 1/30 detik.

Faktor penting lainnya adalah sudut pandang dari arah mana dilakukan pemotretan dan jarak dari subyek pemotretan. Subyek yang bergerak melintas dari samping akan menjadi blur lebih cepat dibanding kan subyek yang bergerak dari jauh mendekati pemotret secara frontal. Teknik bluring yang dimaksudkan disini bukanlah foto blur yang biasanya terjadi karena kesalahan dalam menangkap gambar. Kesalahan tersebut biasanya karena kamera yang bergerak sebelum memfokuskan pada saat mengambil memotret objek yang diperlukan.

Hasil jepretan kamera yang blur mungkin sangat tidak bagus untuk dilihat,blur tersebut biasanya dilakukan oleh seseorang yang tidak tahu mengenai teknik pengambilan gambar, entah itu tidak fokus terhadap objek maupun goyang saat memotret sehingga gambarnya blur. Lain halnya dengan teknik bluring, ketika seorang fotografer tersebut menangkap blur yang dihasilkan gerakan atau benda yang biasa disebut dengan motionblur. Dengan mengaburkan objek yang bergerak, kita bisa membuat kesan cepat pada objek tersebut. Teknik ini akan lebih baik jika ada beberapa bagian dalam sebuah frame yang freeze. Jadi tidak semua objek dalam foto yang kita ambil tidak jelas.

Blurring bisa dilakukan dengan slow speed dan aturan aperture sempit. Teknik ini bisa digunakan untuk pemotretan siang maupun malam hari. kenapa butuh kecepatan lambat? karena kita ingin menghasilkan efek gerakan (terutama dalam background atau foreground) dalam foto yang akan kita hasilkan.

Teknik ini adalah kebalikan dari teknik panning. Memotret gerak dengan kecepatan rana cukup lambat namun tidak dengan menggerakkan kamera. Tujuan dari teknik ini adalah menangkap momen bergerak sehingga yang bergerak menjadi blur tetapi latar belakang atau ada obyek yang tidak sepenuhnya blur.   Secara teknis, caranya mirip dengan panning. Satu-satunya perbedaan adalah kamera harus tetap stabil (tidak digerakkan) saat memotret.

http://www.duniafotografi.com/2016/05/cara-setting-kamera-dslr-agar-hasil.htm

Salah satu cara paling efektif memberi kesan bergerak pada sebuah foto adalah dengan membiarkan subjek menjadi blur. Untuk memotret subjek yang bergerak menjadi blur diperlukan kecepatan rana rendah. Kecepatan rana yang diperlukan tergantung pada beberapa faktor. Kecepatan subjek yang bergerak menjadi pertimbangan utama. Sebuah mobil yang melaju kencang mungkin akan menjadi blur pada eksposure dengan kecepatan rana 1/500 detik. Sementara itu, pejalan kaki akan menjadi blur pada kecepatan rana 1/30 detik saja. Faktor penting lainnya adalah sudut pandang dari arah mana dilakukannya pemotretan dan jarak dari subjek pemotretan.

 Subjek yang bergerak melintas dari samping akan menjadi blur lebih cepat dibandingkan dengan subjek yang bergerak menjauh atau mendekati pemotret secara frontal. Subjek yang bergerak terdekat akan lebih blur jika dibandingkan subjek yang bergerak jauh.

Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan yaitu :

  • Set Zoom anda ke titik maksimal.

Contoh, bila memiliki lensa 18-55 mm, maka set zoom lensa ke 55 mm.

  • Posisikan model anda sejauh mungkin dari latar belakang.

Semakin jauh jarak antara latar belakang dengan model dibanding jarak model dengan kamera, semakin blur latar belakang kamera.

  • Set bukaan / Apertur lensa anda sebesar mungkin.

     Semakin besar bukaan semakin blur latar belakangnya, bila memiliki lensa 18-55 mm f/3, 5-5, 6, maka set bukaan anda f/5.6 (ini bukaan maksimal direntang fokal 55 mm)

Untuk teknik bluring, memiliki sedikit faktor yang akan dipenuhi terlebih dahulu, diantaranya :

  1. Kecepatan subjek, kecepatan akan menentukan karena dengan mengetahui kecepatan maka kita bisa menentukan objek yang akan difokuskan dan objek yang akan di blur. Karena kecepatan setiap objek akan berbeda dengan objek lainnya.
  2. Sudut pandang dan jarak ketika pemotretan, seorang photographer harus mencari sudut pandang yang tepat karena sudut pandang ataupun jarak menentukan cepat lambatnya objek yang dituju menjadi blur. Objek yang akan menjadi blur akan lebih cepat jika berada di jarak yang lebih dekat dengan objek yang menjadi focus. Agar foto disebut blur dan bukan “hancur”  biasanya fotografer memasukan subjek lain yang tidak bergerak sebagai patokan. Jadi dalam frame mesti ada dua macam subjek yaitu :
       – Subjek bergerak :menjadi blur pada foto.
       – Subjek diam        :  menjadi jelas dalam foto

Tips Trik Fotografi Foto Blur atau Bokeh

  • Pilih mode manual atau Aperture Priority
  • Pilih settingan aperture sebesar mungkin dengan ditandai angka F sekecil mungkin
  • Atur jarak anda ketika memotret, yakni jarak di depan dan di belakang bidang obyek
  • Jauhkan jarak antara obyek dengan background nya
  • Usahakan menggunakan lensa dengan kemampuan aperture besar
  • Gunakan focal length lensa yang terpanjang
  • Gunakan lensa prime atau fixed lens, lensa yang tidak dapat di zoom untuk mendapatkan pola bokeh yang menawan

Tips Membuat Foto Bokeh dengan Kamera Pocket

  • Gunakan pilihan aperture priority, jika tidak ada gunakan mode Priority atau Macro
  • Jangan dihidupkan lampu flash, jika cahaya tidak mencukupi pakailah tripod
  • Tentukan subjek foto yang memiliki kontras warna yang cukup antara objek utama dan background
  • Atur jarak subjek dan background, jangan terlalu dekat, jika jarak background kurang jauh maka semua akan terlihat tajam di foto sehingga anda tidak menghasilkan bokeh
  • Carilah background yang memiliki tekstur mencolok
  • Saat memotret dekatkan kamera dengan objek utama yang akan di foto
  • Jika kamera  saku anda memiliki fitur optical zoom gunakan zoom maksimal

Istilah Bukaan, Diafragma, Aperture

  • Bukaan atau diafragma atau aperture adalah istilah fotografi yang mendefinisikan seberapa besar lensa terbuka ( bukaan lensa ) saat kita mengambil foto.
  • Fungsi dari aperture sendiri adalah mengontrol seberapa banyak cahaya yang masuk ke sensor kamera lewat bukaan pada lensa tersebut. Aperture dinyatakan dalam satuan F-stop. Seperti yang sudah dijelaskan fungsi utama diafrgma adalah sebagai pengendali seberapa besar lubang itu terbuka. Semakin besar terbuka maka makin banyak cahaya masuk yang akan dibuka kecil angka F-nya makin besar diafragma terbuka.
  • Secara arti ISO adalah kemampuan atau tingkat sensitifitas sensor pada kamera terhadap cahaya. Sebagai dasar fungsi ISO pada fotografi, semakin besar nilai pada settingan ISO kamera, maka semakin sensitif dan besar cahaya yang didapatkan. Selain bisa menambah sensitifitas cahaya yang didapatkan, ISO juga bisa menimbulkan noise pada hasil fotonya. Namun untuk kamera digital di era perkembangan teknologi saat ini, ISO tinggi sudah bukan menjadi kendala. ISO tinggi biasanya digunakan saat kondisi kurang cahaya, misalnya saat memotret malam hari atau indoor.
  • Kapan saat yang tepat memperhatikan atau menggunakan ISO pada kamera? Saat kombinasi 2 bagian segitiga exposure shutter speed dan aperture belum mendapatkan exposure atau cahaya yang tepat.
  • Pada saat kondisi seperti itulah anda bisa menaikkan nilai ISO sampai mendapatkan cahaya yang cukup dan memperoleh shutter speed yang idcal.

Sebenarnya konsep bluring sangat mudah dipahami. Jadi aka nada dua objek yang diperlukan. Yang pertama ialah objek yang akan menjadi titik focus dan menjadi jelas ketika di potret. Yang kedua ialah objek yang akan jadi objek blur untuk memberikan kesan kuat pada objek yang jadi focus.

Video Tekhnik Blurring

Source :

Komentar
Share this Post